Pengertian Sindrom Kompartemen Akut dan Kronis

Tahukah Andah bahwa kompartemen tubuh terdiri dari sekumpulan jaringan otot, pembuluh darah dan serabut sraf yang terletak pada lengan dan kaki yang diselimuti oleh membran yang sangat kuat atau biasa disebut fascia. Fascia merupakan membran yang tidak bisa mengembang. Pembengkakan di dalam fascia atau di dalam kompartemen tubuh bisa mengakibatkan cedera dari otot, pembuluh darah, dan serabut saraf. Kondisi cukup serius karena adanya tekanan yang sangat tinggi di dalam kompartemen yang sering disebut sebagai syndrome kompartemen.

Tekanan yang tinggi ini, bisa menghentikan aliran darah ke kompartemen sehingga oksigen tidak sampai pada jaringan otot dan saraf yang mengakibatkan kematian sel-sel jaringan otot dan saraf (nekrosis). Kondisi ini sering ditemukan pada sindrom kompartemen yang terjadi pada tungkai bawah kaki, lengan, atau tangan. Namun, pada dasarnya sindrom kompartemen bisa terjadi di bagian tubuh manapun.

Jenis dan gejala syndrome kompartemen

Perlu Anda tahu bahwa terdapat dua macam sindrom kompartemen, yaitu akut dan kronis yang diuraikan di bawah berikut ini:

  1. Sindrom kompartemen akut: kondisi gawat darurat medis. Sindrom kompartemen akut bisa terjadi secara tiba-tiba setelah cedera berat seperti patah tulang dan dapat menyebabkan kerusakan otot secara permanen jika tidak ditangani dengan segera.

Pada kondisi sindrom kompartemen akut terjadi gejala nyeri yang hebat dan tidak sebanding dengan cedera yang dialami atau tidak membaik dengan pengobatan tertentu. Nyeri ini biasanya akan bertambah saat melakukan peregangan pada otot yang cedera disertai rasa ketat, kesemutan, sensasi terbakar, dan hingga mati rasa pada tahap lanjut.

  • Sindrom kompartemen kronis: terjadi secara bertahap yang bukan merupakan kondisi gawat darurat. Sindrom kompartemen kronis biasanya terjadi saat melakukan latihan fisik dan latihan fisik secara berulang seperti bersepeda atau lari.

Gejala sindrom kompartemen kronis juga bisa hilang dalam beberapa menit atau ketika latihan fisik dihentikan. Rasa kram, mati rasa, kesulita untuk menggerakkan kaki, dan tonjolan pada otot yang cedera merupakan gejala dari sindrom kompartemen kronis.

Jika Anda mengalami gejala-gajala yang ditimbulkan oleh sindrom kompartemen, segera konsultasikan kepada dokter. Jika melakukan terapi yang tepat, komplikasi dari sindrom kompartemen bisa dicegah dan tidak menimbulkan kecacatan.

Tags:

Mengenal Candidiasis Vaginalis yang Menjadi Penyebab Iritasi Vagina

Candidiasis vaginalis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida. Candidiasis vaginalis disebut juga infeksi jamur pada vagina. Vagina yang sehat memang mengandung bakteri, dan beberapa sel jamur (fungi). Akan tetapi, berkembang biaknya bakteri dan fungi tidak dapat terkendali, sehingga akan menyebabkan gatal, bengkak, serta iritasi vagina yang parah.

Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dirasakan jika ada infeksi jamur yang terjadi di vagina seseorang, karena akan ada rasa gatal yang hebat, nyeri, hingga keluarnya cairan dengan jumlah yang tidak normal dari vagina dan vulva. Hal ini bisa terjadi pada siapapun terutama ketika seseorang mengalami penurunan pada daya tahan tubuh.

Dalam kondisi ini, seseorang akan lebih mudah terkena infeksi jamur. Risiko yang bisa terjadi pada penularan candidiasis vaginalis adalah lewat hubungan seksual terutama ketika terjadi kontak dengan mulit serta alat kelamin. Perlu Anda ketahui, bahwa candidiasis vaginalis bisa terjadi secara berulang meskipun seseorang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya.

Gelaja candidiasis vaginalis

  • Rasa nyeri ketika buang air kecil
  • Rasa nyeri saat berhubungan seksual
  • Keluarnya keputihan dalam jumlah yang tidak normal, berbau dan berwarna
  • Vagina terasa gatal dan tidak nyaman
  • Terasa panas dan pembengkakan di vagina
  • Keluar cairan vagina yang kental dan berwarna putih pekat
  • Ruam

Pertumbuhan fungi Candida yang berlebih bisa menyebabkan kandidiasis vagina. Beberapa faktor berikut ini dapat menyebabkan kandidiasis vagina

  1. Kehamilan
  2. Penggunaan antibiotic atau kortikosteroid
  3. Diabetes yang tidak terkontrol
  4. Ketidakseimbangan hormon dalam siklus menstruasi
  5. Penggunaan kontrasepsi hormonal atau alat kontrasepsi
  6. Aktivitas seksual
  7. Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  8. Stres

Pengobatan dari candidiasis vaginalis bisa berupa pengobatan medis seperti obat flukonazol untuk mengatasi infeksi. Selain itu, bisa juga dengan obat topical yang dioleskan ke bagian dalam vagina. Jika kondisi tersebut tidak juga membaik, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk selalu menjaga kebersihan vagina dan memastikan tetap dalam kondisi kering. Selain itu, aktivitas seksual juga sebaiknya dihentikan terlebih dahulu untuk sementara.

Tags: ,

Cara Menghilangkan Tahi Lalat yang Aman

Hampir setiap orang memiliki tahi lalat, sehingga adanya tahi lalat ini kerap dianggap sebagai suatu kelainan kulit yang wajah. Namun, tahu lalat juga bisa menjadi tanda kanker kulit yang tentunya berbahaya untuk kesehatan. Cara membedakan tahi lalat yang normal dan kanter tidaklah mudah, walaupun ada beberapa panduan yang bisa Anda gunakan. Berikut ciri dan cara menghilangkan tahu lalat tanda kanker kulit.

Anda perlu memeriksa tahi lalat yang Anda miliki, setidaknya satu kali dalam sebulan, terutama jika:

  • Muncul tahi lalat baru di usia dewasa
  • Memiliki riwayat kanker kulit melanoma dalam keluarga
  • Tahi lalat yang sudah tiba-tiba berubah bentuk

Ketika memeriksa tahi lalat, gunakan cermin untuk mengamatinya atau jika perlu minta pertolongan orang lain untuk memeriksa. Cara ABCDE juga bisa Anda gunakan untuk memeriksa tahi lalat:

  • Asymmetry: bentuk tahi lalat tampak tidak bulat simetris. Untuk mempermudah pengamatan, bagi tahi lalat menjadi dua, lalu bandingkan antara sisi kanan dan sisi kiri apakah tampak simetris atau tidak.
  • Border: perhatikan tepi tahi lalat. Tahi lalat yang berisiko tanda kanker adalah jika tepinya tampak tidak rata atau tidak jelas.
  • Color: tahi lalat yang tidak normal, warnanya tidak merata. Mungkin sebagian tampak lebih gelap daripada bagian yang lainnya. Tahi lalat memiliki beberapa warna, seperti kocoklatan, biru, hitam, putih atau bahkan kemerahan
  • Diameter: tahi lalat yang tampak sangat besar. Sebagai acuan, bandingkan ukurannya dengan penghapus di ujung pensil. Jika lebih besar, waspadai sebagai tanda kanker
  • Evolution: tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, ataupun warnanya.

Bagi Anda yang ingin menghilangkan tahi lalat secara alami, Anda mungkin bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini:

  • Mengompres tahi lalat dengan cuka apel. Langkah ini akan membuat tahi lalat terbakar dan menghilang.
  • Menggosok tahi lalat dengan bawang putih agar tahi lalat hancur dari dalam.
  • Mengoleskan tea tree oil, kulit pisang, maupun campuran baking soda dan minyak kastor pada tahi lalat.
  • Mengoleskan iodium langsung ke tahi lalat agar sel-selnya hancur.

Tags:

Cedera Ligamen Lutut dan Cara Pengobatannya

Kerusakan atau robekan pada pita jaringan di daerah lutut disebut sebagai cedera ligamen. Ligamen sendiri merupakan suatu pita jaringan yang menghubungkan tulang-tulang di dalam tubuh. Sedangkan, ligamen lutut adalah seluruh ligamen yang berada di daerah lutut yang menghubungkan tulang paha dan dua tulang dibawahnya, yaitu tulang betis (tulang kering) dan tulang fibula.

Anda perlu tahu bahwa terdapat empat macam ligamen lutut yang bisa mengalami cedera, yaitu:

  1. Anterior cruciate ligament (ACL) yang merupakan ligament lutut yang paling sering mengalami cedera. Ligamen ini berfungsi menghubungkan tulang paha ke tulang kering.
  2. Posterior cruciate ligament (PCL) yang menghubungkan tulang paha ke tulang kering lutut. Meskipun jarang mengalami cedera, dalan kecelakaan besar seperti kecelakaan mobil ligamen ini bisa menglami cedera
  3. Lateral collateral ligament (LCL) yaitu ligament yang menghubungkan tulang paha ke fibula, tulang yang lebih kecil dari tulang kering
  4. Medial collateral ligament (MCL) yang merupakan ligament penghubung tulang paha ke tulang kering di sisi dalam lutut

Gejala cedera ligamen lutut:

Jika Anda merasa ada yang baik dengan lutut Anda, segera periksa apakah Anda merasakan gejala cedera ligamen lutut berikut ini:

  1. Nyeri pada lutut, sering terasa kaku dan sakit
  2. Suara letupan keras dengan bunyi “pop”
  3. Terjadi pembengkakan dalam 24 jam pertama setelah cedera
  4. Perasan longgar di sendi lutut
  5. Tidak mampu untuk membebankan berat pada sendi

Pengobatan terhadap cedera ligamen lutut

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut kemungkinan besar Anda mengalami cedera ligamen lutut. Berikut beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan pada cedera ligamen lutut ringan untuk mempercepat penyembuhannya:

  • Anda perlu mengistirahatkan lutut untuk menguranig beban
  • Kompres dengan es selama 20-30 menit setiap 3-4 jam untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak
  • Perban lutut lebih tinggi pada saat duduk dan posisi berbaring
  • Minum obat penghilang rasa nyeri dan anti-inflamasi yang juga bisa mengurangi bengkak akibat cedera
  • Lakukan latihan peregangan dan penguatan sesuai anjuran dokter.

Ada baiknya untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap risiko cedera setiap Anda melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.

Tags: