Waspadai Gejala Coxsackie, Infeksi Virus yang Rentan Pada Anak

Coxsackie

Bagi sebagian dari Anda, penyakit coxsackie mungkin terdengar cukup asing. Infeksi virus ini memang menjadi salah satu infeksi virus yang sangat tidak umum diketahui. Biasanya, kondisi ini rentan menyerang bayi dan anak-anak.

Coxsackie merupakan jenis virus yang menjadi bagian dari kelompok enterovirus. Anak yang terinfeksi virus ini akan mengalami berbagai gejala pada tangan, kaki, dan mulutnya. Penularannya terjadi melalui permukaan benda yang terpapar oleh virus dan juga tangan manusia. 

Mengenal tanda-tanda anak terkena coxsackie

Saat anak terkena coxsackie, gejala yang dirasakan dapat bermacam-macam. Bahkan, sekitar setengah dari anak yang pernah menderita penyakit ini tidak mengalami gejala apa pun.

Sementara, sebagian penderita lainnya rata-rata merasakan gejala berupa:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri perut
  • Mual

Biasanya, gejala-gejala di atas akan muncul secara tiba-tiba. Tapi, anak yang menderita kondisi ini mungkin tidak akan merasakan seluruh gejala tersebut. Bisa saja, anak hanya mengalami gejala berupa demam tinggi, namun tidak merasakan adanya nyeri perut dan mual.

Pada sebagian besar anak yang menderita kondisi ini, demam tinggi akan berlangsung selama kurang lebih tiga hari. Setelahnya, demam akan turun dengan sendirinya dan gejala berangsur-angsur membaik. 

Apa yang terjadi jika anak menderita coxsackie?

Setiap penderita bisa saja merasakan gejala yang berbeda, tergantung pada area tubuh yang terkena infeksi. Gejala-gejala tersebut bisa menyebabkan kondisi medis seperti: 

  • Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah salah satu sindrom dari coxsackie yang menyebabkan gejala berupa lepuh merah. Lepuh merah ini akan menimbulkan rasa sakit dan umumnya tumbuh di area tenggorokan, lidah, gusi, langit-langit mulut, bagian dalam pipi, telapak tangan, dan telapak kaki. 

  • Herpangina

Herpangina merupakan sejenis infeksi tenggorokan. Coxsackie bisa menyebabkan penderita mengalami herpangina dengan ciri-ciri lepuh berbentuk cincin dan berwarna kemerahan serta borok. Lepuh dan borok bisa berkembang di area amandel, langit-langit mulut, serta bagian belakang langit-langit mulut. 

  • Konjungtivitis hemoragik

Kondisi ini adalah infeksi yang mempengaruhi bagian dalam mata. Biasanya, gejala akan dimulai dengan nyeri pata, diikuti dengan kemerahan secara cepat, mata berair, sensitivitas terhadap cahaya, serta penglihatan kabur. 

Upaya pengobatan penderita coxsackie

Pengobatan untuk anak yang menderita coxsackie akan disesuaikan dengan jenis infeksi dan gejala yang dialami. Umumnya, dokter akan meresepkan obat yang berfungsi untuk meringankan gejala, sehingga anak Anda akan merasa lebih nyaman.

Obat yang diberikan dapat berupa acetaminophen atau ibuprofen. Kedua jenis obat ini mampu meredakan nyeri. Akan tetapi, apabila kondisi anak tak kunjung membaik, bahkan demamnya semakin tinggi setelah lewat dari 24 jam, segera hubungi dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kebanyakan anak penderita coxsackie akan membaik atau sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, bahkan tanpa perlu obat-obatan sekalipun. Khususnya, penderita yang hanya merasakan gejala demam, memiliki potensi lebih tinggi untuk sembuh dengan sendirinya melalui istirahat yang cukup. 

Saat anak terkena coxsackie, sebaiknya hindari mengajak anak bermain atau melakukan aktivitas lain di luar ruangan. Jangan lupa juga memberikan banyak minuman pada anak untuk mencegah dehidrasi. 

Infeksi virus coxsackie memang menular, tapi Anda tidak perlu terlalu khawatir. Kondisi ini tidak berbahaya dan bisa membaik bila diatasi dengan cara yang bijak.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*