Transfusi Tukar Adalah Tindakan Medis yang Perlu Dilakukan, Kenali Prosedurnya

Pernahkah Anda mendengar istilah transfusi tukar? Transfusi tukar adalah prosedur yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien, khususnya bagi penderita penyakit kuning yang serius atau kelainan pada darah seperti anemia sel sabit.

Tindakan transfusi tukar ini dilakukan dengan mengambil darah pasien secara perlahan dan menggantinya dengan darah atau plasma donor yang segar.

Apakah Alasan Transfusi Tukar Diperlukan?

Tindakan transfusi tukar diperlukan untuk menangani kondisi medis seperti:

  • Penyakit kuning

Penyakit kuning disebut juga dengan jaundice merupakan penyakit dimana terdapat penumpukan senyawa kimia yang disebut bilirubin atau hiperbilirubinemia di dalam tubuh penderitanya. Gejala dari penyakit ini adalah penderita akan mengalami perubahan warna pada kulit dan bagian putih mata yang menjadi kuning.

  • Anemia sel sabit

Anemia sel sabit adalah kelainan pada darah. Darah menjadi kaku dan menyerupai bentuk bulan sabit yang menjadi asal nama penyakit ini. Kondisi sel darah yang berbentuk abnormal ini memicu gangguan aliran darah yang menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

Transfusi tukar juga dilakukan apabila terdapat kondisi medis yang berhubungan dengan senyawa kimia di dalam darah dan juga gejala yang berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tertentu.

Siapa saja yang membutuhkan tindakan transfusi tukar?

Orang yang membutuhkan transfusi tukar adalah pasien yang mengalami kondisi medis seperti berikut:

  • Terdapat jumlah sel darah merah yang sangat tinggi pada bayi yang baru lahir atau disebut juga polisitemia neonatal
  • Bayi yang baru lahir dengan penyakit hemolitik karena rhesus darah berbeda dengan ibu
  • Terdapat gangguan yang parah pada senyawa kimia di dalam tubuh
  • Bayi dengan penyakit kuning parah yang tidak memberikan respon pada fototerapi
  • Pasien krisis sel sabit
  • Orang yang mengalami efek penggunaan obat-obatan tertentu

Bagaimana Prosedur Transfusi Tukar?

Sebelum menjalani prosedur transfusi tukar, pasien harus menjalani tes golongan darah untuk memastikan jenis golongan darah serta kecocokan dengan pendonor.

Tindakan transfusi tukar dilakukan oleh tenaga medis yang ahli di rumah sakit atau klinik. Transfusi tukar dilakukan dalam beberapa siklus dan melibatkan satu atau lebih tabung tipis yang disebut kateter. Prosedur transfusi tukar lebih lanjut adalah sebagai berikut:

  • Pasien akan dipasangkan kateter pada pembuluh darah vena yang terletak di lengan.
  • Darah pasien akan dikeluarkan melalui salah satu kateter.
  • Tindakan ini dilakukan pada beberapa siklus yang membutuhkan waktu selama beberapa menit tiap siklusnya.
  • Darah yang dikeluarkan adalah sebanyak 5 hingga 20 ml pada tiap siklus.
  • Setelah darah pasien dikeluarkan, darah atau plasma dari pendonor akan dimasukkan ke tubuh pasien melalui kateter lainnya yang sudah disiapkan.
  • Siklus diulangi sampai volume darah yang benar diganti.

Setelah menjalani prosedur transfusi tukar, pasien akan dipantau secara berkala di rumah sakit. Pemantauan ini juga dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dan jenis penyakit yang diderita pasien sehingga harus melakukan transfusi tukar.

Apa Saja Komplikasi pada Tindakan Transfusi Tukar?

Beberapa komplikasi transfusi tukar yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

  • Pasien mengalami gumpalan darah
  • Komposisi senyawa kimia pada darah berubah
  • Perubahan keseimbangan asam basa pada tubuh
  • Terdapat kelainan pada jantung, seperti pasien mengalami irama jantung yang tidak normal
  • Gangguan pada paru-paru
  • Mengalami kejang
  • Infeksi
  • Pasien mengalami syok jika jumlah darah yang diganti tidak cukup

Transfusi tukar adalah tindakan yang perlu penanganan oleh tenaga medis ahli. Jika Anda mengalami kondisi yang membutuhkan prosedur ini, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*