Tiroiditis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tiroiditis merupakan pembengkakan atau peradangan pada tiroid. Kondisi tersebut disebabkan karena penderita memiliki kadar hormon tiroid yang sangat tinggi atau rendah.

Tiroiditis bisa terjadi pada siapapun, namun perempuan lebih berisiko terhadap kondisi tersebut. Tiroiditis juga dapat menimbulkan kondisi yang lebih serius pada penderita. Oleh karena itu, penderita perlu bertemu dengan dokter supaya kondisinya dapat segera ditangani.

image Tiroiditis

Gejala

Pada umumnya, penderita tiroiditis mengalami gejala berupa kelelahan, pembengkakan pada bagian leher, dan sakit tenggorokan.

Penderita juga bisa mengalami kondisi lain, namun tergantung pada fase tiroiditis. Fase tiroiditis adalah sebagai berikut:

  1. Fase tirotoksik

Fase tirotoksik, atau yang disebut sebagai hipertiroid, merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid membengkak dan menghasilkan hormon secara berlebihan. Fase tirotoksik terjadi dalam waktu 1 hingga 3 bulan.

Jika kelenjar dalam sel tiroid rusak dan hormon tiroid bocor, maka penderita akan mengalami gejala berikut:

  • Merasa lelah.
  • Mudah khawatir.
  • Gangguan tidur.
  • Merasa gelisah.
  • Denyut jantung bergerak dengan cepat.
  • Berat badan menurun tanpa alasan.
  • Lebih mudah berkeringat.
  1. Fase hipotiroid

Fase hipotiroid merupakan fase yang terjadi dalam waktu yang lama dan dapat menimbulkan gejala berikut pada penderita:

  • Merasa lelah.
  • Berat badan menurun tanpa alasan.
  • Kulit kering.
  • Depresi.
  • Sembelit.
  • Sulit berkonsentrasi.
  1. Fase eutiroid

Fase eutiroid merupakan fase yang terjadi setelah pembengkakan pada kelenjar tiroid hilang. Hal tersebut akan membuat kadar hormon tiroid penderita normal.

Penyebab

Tiroiditis disebabkan oleh kadar hormon tiroid yang sangat tinggi atau rendah. Selain kadar hormon tiroid, berikut adalah beberapa penyebab tiroiditis berdasarkan jenisnya:

  • Tiroiditis Hashimoto

Tiroiditis Hashimoto merupakan jenis tiroiditis yang menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh sehingga dapat membengkak kelenjar tiroid.

  • Tiroiditis postpartum

Tiroiditis postpartum merupakan jenis tiroiditis yang menyebabkan kenaikan kadar hormon tiroid. Kondisi tersebut muncul enam bulan setelah wanita melahirkan. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada ibu hamil yang mengalami kondisi lain seperti diabetes tipe 1.

  • Drug induced-thyroiditis

Drug induced-thyroiditis merupakan jenis tiroiditis yang disebabkan oleh penggunaan obat sehingga dapat merusak tiroid. Contoh-contoh obat penyebab tiroiditis adalah interferon dan amiodarone.

  • Tiroiditis subakut

Tiroiditis subakut merupakan jenis tiroiditis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Faktor Risiko

Berikut adalah kelompok yang lebih berisiko terhadap tiroiditis:

  • Perempuan.
  • Orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.
  • Orang-orang yang disertai dengan kondisi lain seperti penyakit autoimun.
  • Orang-orang yang keluarganya pernah mengalami tiroiditis.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda mengalami tiroiditis, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat tiroiditis.
  • Daftar riwayat medis (baik dari Anda maupun keluarga Anda).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah keluarga Anda pernah mengalami tiroiditis?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami pembengkakan atau kondisi lain.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar hormon tiroid pasien.

  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari kelenjar tiroid. Sampel tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan

Pada umumnya, pengobatan tiroiditis dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Tanpa obat-obatan

Jika pasien mengalami fase tirotoksik dan tidak mengalami gejala apapun, pasien tidak perlu menggunakan obat-obatan. Kondisi tersebut akan pulih dengan sendiri.

  • Dengan obat-obatan

Jika pasien mengalami tiroiditis dengan gejala, mereka perlu menggunakan obat untuk mengatasi masalah tersebut. Contoh-contoh obat yang dapat digunakan pasien adalah aspirin, ibuprofen, atau kortikosteroid.

  • Terapi

Terapi dapat dilakukan pasien jika mereka mengalami fase hipotiroid. Terapi tersebut berlangsung selama 6 hingga 12 bulan.

Kesimpulan

Tiroiditis merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala. Untuk mengatasi tiroiditis, Anda dapat mencoba cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang tiroiditis, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*