Tes TUBEX vs Widal, Manakah yang Lebih Efektif Mendiagnosis Tifus?

Penyakit tifus merupakan jenis infeksi bakteri yang mudah menyebar melalui kontaminasi air atau makanan. Tanda dan gejala yang menyertai diantaranya demam, nyeri perut, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Dengan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, penyakit tifus bisa sembuh, bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak dirawat. 

Penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhi ini pernah menjadi endemik di Afrika, India, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Untuk menghindari keparahan tifus, diperlukan deteksi cepat seperti tes TUBEX. Akan tetapi, terdapat pula jenis tes serologi lain yang digunakan yaitu tes Widal. Baik tes TBEX maupun tes Widal, masing-masing memiliki tingkat keakuratan berbeda-beda.  

Manakah yang lebih akurat?

Tes TUBEX digunakan untuk mengetahui keberadaan bakteri Salmonella typhi dengan cara mendeteksi antibodi IgM. Alat ini bisa digunakan di laboratorium manapun serta hasilnya dapat diketahui hanya dalam waktu 10 menit. Tes TUBEX termasuk jenis pemeriksaan tifus rapid test. 

Sementara tes Widal sama-sama mendeteksi antibodi dengan cara memanfaatkan aglutinasi seluruh sel bakteri. Pemeriksaannya pun cukup mudah, murah, dan praktis sehingga banyak dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia.  

Berdasarkan Journal of Clinical & Diagnostic Research, sebuah penelitian dilakukan di daerah endemik tifus di India. Hasilnya menunjukkan bahwa sensitivitas tes Tubex lebih tinggi dibandingkan tes Widal. Tes TUBEx memiliki sensitivitas 76% dengan spesifitas 96-99%. Sedangkan tes Widal memiliki sensitivitas 68% dengan spesifitas 96-99%. 

Sebah penelitian yang dilakukan di Vietnam dilaporkan oleh Journal of Clinical Microbiology. Hasilnya menunjukkan bahwa sensitivitas tes TUBEX lebih tinggi dibandingkan tes Widal. Sensitivitas tes TUBEX sebesar 78% dengan spesifitas 89%, sedangkan tes Widal memiliki sensitivitas 64% dengan sepsifitas 76%. 

Namun, beberapa studi yang dilakukan di Indonesia justru tidak menemukan perbedaan berarti antara kedua tes tersebut. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan sensitivitas dan spesivitas antara tes TUBEX dan tes widal terhadap gejala klinis tifus. 

Jenis tes penyakit tifus lainnya

Tak hanya tes TUBEX dan tes Widal, terdapat berbagai jenis tes lainnya dengan tingkat akurasi berbeda-beda. Akan tetapi, terdapat beberapa tes yang sampai saat ini belum dikembangkan di Indonesia. Berikut ini jenis tes penyakit tifus yang pernah digunakan:

  1. Kultur

Jenis pemeriksaan kultur merupakan baku emas atau gold standard diagnosis tifus. Pemeriksaan minggu pertama dan awal minggu kedua sejak munculnya demam bisa menggunakan darah, minggu kedua dan minggu ketiga menggunakan tinja dan urin. Akan tetapi, sampel sumsum tulang nyantanya lebih sensitif dibandingkan yang lainnya dan bisa digunakan pada minggu pertama. Sensitivitas sampel sumsum tulang sebesar 90%, namun cukup invasif sehingga sulit dilakukan.   

  1. Pemeriksaan PCR

Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan whole blood culture PCR terhadap bakteri Salmonella typhi yaitu kurang dari 8 jam. Sampel yang digunakan dapat berupa urin, darah, atau tinja. Akan tetapi, sampai saat ini pemeriksaan PCR di Indonesia masih terbatas dan terus dikembangkan. 

  1. Pemeriksaan serologis 

Tes TUBEX dan tes Widal merupakan golongan pemeriksaan serologis. Akan tetapi, terdapat jenis tes lainnya yang termasuk pemeriksaan serologis. Prinsipnya, pemeriksaan serologis dibagi menjadi 2 yaitu pemeriksaan antibodi dan antigen. Pemeriksaan antibodi yang sering dilakukan antara lain tes Widal, tes Hemaglutinin (HA), Countercurrent electrophoresis (CIE), serta rapid test yang terdiri dari Typhidot dan TUBEX. Sementara pemeriksaan antigen meliputi pemeriksaan protein antigen dan protein koaglutinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*