4 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Surogasi atau Ibu Pengganti

4 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Surogasi atau Ibu Pengganti

Secara sederhananya, surogasi adalah ibu pengganti, atau seorang wanita yang menyewakan rahimnya untuk mengandung dan melahirkan bayi dari pasangan yang tidak dapat memiliki keturunan. 

Biasanya, surogasi ini dilakukan, karena istri tidak dapat mengandung dikarenakan adanya masalah pada rahim, walaupun sel telur dan sperma yang dimiliki pasangan tersebut tidak bermasalah. Maka dari itu, ia membutuhkan rahim lain untuk mengandung anaknya. 

Surogasi atau dalam bahasa Inggrisnya surrogacy ini sudah banyak dilakukan di Amerika khususnya kalangan artis Hollywood. Namun, ada beberapa fakta mengenai surogasi yang harus Anda ketahui.

Melakukan surogasi di Indonesia adalah ilegal

Bila Anda ingin memiliki keturunan melalui surogasi ini, maka Anda harus memikirkannya secara matang. Sebab, surogasi di Indonesia sendiri belum memiliki hukum yang tercantum di dalam undang-undang. 

Di Indonesia sendiri hanya memperbolehkan metode bayi tabung, yakni pembuahan sel telur dan sperma pasangan suami istri dilakukan di luar, kemudian ditanamkan dalam rahim sang istri, tidak menggunakan rahim pengganti. 

Tidak hanya di Indonesia, surogasi pun dilarang di beberapa negara, seperti Malaysia, Jerman, Italia, Bulgaria, Prancis, dan beberapa negara Amerika Latin. Sedangkan negara yang telah melegalkan surogasi adalah Inggris, Amerika Serikat, Belgia, Denmark, dan lainnya. Adanya perbedaan dalam pemberian status legal dan ilegal ini didasari oleh pertimbangangan banyak aspek.

Biaya melakukan surogasi sangat mahal 

Melansir dari laman web Sensiblesurrogacy.com, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan surogasi ini berkisar 95.000 – 150.000 US Dollar, atau sekitar Rp1,3 – 2 miliar. Biaya tersebut belum termasuk biaya lainnya yang bisa saja ditimbulkan. 

Bagi pasangan yang ingin melakukan surogasi, mereka tidak hanya menyiapkan uang, tetapi juga harus menyiapkan segala kebutuhan administrasi lengkap karena adanya prosedur yang harus dipenuhi. Prosedur setiap negara tentunya berbeda, namun semua prosesnya tidaklah mudah. 

Proses yang mirip dengan bayi tabung

Terdapat dua jenis surogasi yang dapat dilakukan berdasar riset Journal of Human Reproductive Sciences, yakni surogasi tradisional dan gestasional. 

  • Surogasi tradisional

Jenis surogasi ini dilakukan dengan cara menanamkan sperma suami kepada rahim ibu yang bersedia untuk dititipkan. Sehingga, ibu kandung dari proses ini adalah sang ibu surogasi karena sel telur berasal darinya. 

Setelah dikandung hingga melahirkan, selanjutnya bayi diberikan dan menjadi hak pasangan yang melakukan surogasi untuk dibesarkan. Pada surogasi jenis ini cocok bagi wanita yang mempunyai masalah pada sel telurnya. 

  • Surogasi gestasional

Surogasi gestasional inilah yang dikatakan memiliki kemiripan dengan proses bayi tabung karena menggunakan metode In Vitro Fertilization (IVF). Pada metode ini pembuahan antara sperma dan sel telur pasangan suami istri dilakukan di luar. Lalu, setelah pembuahan berhasil dan terbentuk embrio, calon janin tersebut ditanamkan pada rahim ibu pengganti. 

Maka dari itu, seperti yang dikatakan oleh USAtoday.com, bahwa secara biologis anak yang dikandung oleh ibu pengganti tetaplah anak pasangan suami istri yang sah. 

Surogasi gestasional ini merupakan solusi bila istri mengalami infertilitas atau adanya masalah pada rahim. Surogasi jenis ini pun lebih banyak digunakan dibandingan dengan surogasi tradisional, karena kebanyakan pasangan yang melakukan surogasi tetap ingin anaknya mewarisi gen mereka. 

Adanya ikatan batin dengan ibu pengganti

Hambatan lainnya yang akan timbul bila melakukan surogasi adalah adanya ikatan batin antara bayi yang dikandung dengan ibu pengganti. Hal inilah pula yang menyebabkan beberapa negara melarang surogasi di negaranya. Menurut mereka, proses dan perjuangan selama mengandung dapat menjadikan mereka sebagai ibu kandungnya, walaupun anak tersebut bukan merupakan anak biologis sang ibu pengganti.

Itulah keempat fakta yang bisa dipertimbangkan bila ingin mendapatkan keturunan melalui surogasi. Jika Anda memiliki permasalahan sehingga tidak bisa mengandung, Anda bisa melakukan pengobatan rutin dan terus berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, bila ragu dengan surogasi atau ibu pengganti ini, Anda juga bisa melakukan cara lain yang sudah dilegalkan di Indonesia, yakni bayi tabung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*