Perbedaan Sterilisasi Dengan Desinfeksi menggunakan Disinfektan

disinfektan

Menjaga rumah tetap bersih merupakan hal yang penting untuk kesehatan keluarga Anda. Namun, hal tersebut berbeda dengan sterilisasi dan desinfeksi menggunakan disinfektan. Desinfeksi dan sterilisasi keduanya merupakan bentuk dekontaminasi, sebuah proses yang membuat sesuatu aman untuk disentuh. Tujuan dari kedua proses tersebut adalah untuk membunuh kuman dan bakteri sehingga risiko infeksi menjadi sangat rendah. Dekontaminasi berbeda dengan pembersihan biasa, yang hanya akan membersihkan debu dan kotoran namun hanya akan membunuh kuman dalam jumlah yang kecil saja. 

Desinfeksi disinfektan dan sterilisasi, apa artinya?

Anda mungkin pernah mendengar istilah desinfeksi disinfektan, sterilisasi, dan sanitasi yang sering salah digunakan. Namun, semua proses tersebut tidaklah memiliki arti yang sama. Semua metode tersebut merupakan proses anti bakteri yang bertujuan untuk membunuh kuman. Namun, ada perbedaan penting yang perlu dipahami sebelum Anda memutuskan bentuk dekontaminasi mana yang cocok untuk situasi yang sedang Anda hadapi. Pada dasarnya, sterilisasi merupakan bentuk dekontaminasi paling maju, namun desinfeksi disinfektan dan sterilisasi membunuh lebih banyak kuman dibandingkan dengan sanitasi. 

  • Desinfeksi

Proses desinfeksi menggunakan disinfektan akan membunuh organisme berbahaya pada sebuah benda. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan mengoleskan tisu kimia atau menyemprotkan disiinfektan. Salah satu manfaat terbesar dari desinfeksi adalah ketersediaan produk untuk masyarakat umum. Sangat mungkin bagi Anda untuk menemukan disinfektan dalam bentuk tisu basah, semprotan, dan bentuk cairan lainnya. Bahkan Anda bisa membuat produk Anda sendiri di rumah. Tergantung jenis disinfektan yang digunakan, produk yang Anda pakai perlu dibiarkan di permukaan suatu benda sedikitnya 20 menit atau selama 12 jam. 

Disinfektan dapat membunuh banyak virus dan jamur, dengan kebanyakan produk yang tersedia di pasaran saat ini efektif dalam melawan virus COVID-19 ketika digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan. Meskipun disinfektan dapat membunuh bakteri, ada kemungkinan produk jenis ini tidak dapat mengatasi spora bakteri, yang berada pada kondisi dormansi. 

  • Sterilisasi

Di sisi lain, sterilisasi adalah suatu proses yang biasanya dilakukan oleh tenaga profesional di rumah sakit. Ketika desinfeksi membunuh banyak kuman, sterilisasi membersihkan semua mikroorganisme, termasuk mikroorganisme yang tidak berbahaya. Prosedur sterilisasi umum dijumpai di lingkungan medis, namun juga dapat bermanfaat untuk perkantoran atau sekolah yang ingin membersihkan kuman di seluruh ruangan. Metode sterilisasi di antaranya adalah autoclaving, gas hydrogen peroxide, gas ethylene oxide, radiasi ion (biasanya dilakukan untuk peralatan medis), radiasi infrared, dan penyaringan canggih. 

  • Sanitasi adalah metode lain dalam membersihkan kotoran dan membunuh bakteri yang sering disalah artikan sebagai sterilisasi. Ketika sterilisasi membersihkan seluruh kuman dan bakteri, sanitasi hanya bertujuan untuk menurunkan jumlah bakteri dalam angka yang lebih aman. Proses sanitasi dapat melibatkan pembersih dan desinfeksi. Penting untuk diketahui bahwa meskipun hand sanitizer dapat membunuh semua bakteri dan kuman, produk tersebut baik untuk selalu dibawa hingga Anda menemukan akses air hangat dan sabun agar Anda bisa benar-benar mencuci tangan dengan baik. 

Mencuci tangan dengan rutin dan benar, memakai masker wajah saat berada di lingkungan publik, dan menghindari kontak langsung dengan orang lain merupakan metode paling penting dalam menjaga persebaran COVID-19. Namun, Anda juga perlu membersihkan dan desinfeksi menggunakan desinfektan atau sterilisasi permukaan-permukaan yang sering digunakan oleh publik, seperti meja dapur, toilet, gagang pintu, teralis tangga, saklar lampu, handphone, mainan, dan bahkan remote TV. 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*