Perbedaan Jenis Air Minum yang Harus Anda tahu!

Air minum sangat penting untuk kesehatan semua orang. Minum air secara teratur membantu Anda tetap terhidrasi setiap saat dan memastikan ginjal dan organ pengatur lainnya berfungsi dengan baik. Air minum juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, membantu penyerapan nutrisi, meningkatkan sirkulasi oksigen darah dan banyak lagi. Namun, air minum ternyata memiliki banyak sumber air yang menghasilkan perbedaan rasa ketika Anda mengamatinya dengan cermat.

Faktor-faktor seperti TDS dalam air minum, nilai mineral, dan sebagainya memainkan peran penting dalam menentukan apakah air tersebut layak untuk diminum atau tidak. Tapi tahukah Anda bahwa ada banyak jenis air minum? Mulai dari air mineral, RO hingga sparkling water. Simak berbagai jenis air minum yang harus Anda tahu berikut ini.

Jenis Air Minum

1. Air keran 

Air keran biasanya Anda gunakan untuk pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan, menyiram toilet, memasak, berkebun dan mencuci pakaian, dan banyak lagi. Air keran biasanya milik pemerintah, sehingga Anda harus membayar tagihannya setiap bulan dan bisa didapatkan dengan mudah melalui keran rumah.  

Air ini biasanya tidak cocok untuk keperluan minum. Meskipun mungkin merupakan pilihan air minum ini lebih murah, namun air yang disalurkan untuk umum mungkin tidak bebas dari kotoran dan mungkin mengandung partikel plastik, residu pestisida, aluminium, dan zat lain yang tidak diinginkan.

2. Sparkling water

Anda mungkin sering menemukan banyak sparkling water di restoran ketika seorang pelayan akan bertanya apakah Anda lebih suka air bersoda soda atau air mineral. Sparkling water adalah variasi air minum yang berbuih dan bersoda. Desisnya berasal dari gas alami dan bukan karena berkarbonasi. Rasanya murni dan bersih dan penuh dengan kalsium, magnesium, dan potasium.

Ini adalah alternatif yang baik untuk minuman ringan berbasis gula. Air soda dapat berupa mata air, air murni atau bahkan air mineral yang sudah ditambahkan dengan karbon dioksida, dan berubah menjadi air soda. Meskipun air soda kaya akan mineral, namun hal ini tidak cukup untuk meningkatkan kesehatan Anda. Sparkling water biasanya jauh lebih mahal daripada air keran atau air mineral lainnya.

3. Air mineral

Memilih air mineral memang mudah, namun sebenarnya memiliki perhatian khusus yang harus Anda tahu.  Anda harus memilih air minum kemasan yang memiliki campuran kalium bikarbonat dan magnesium sulfat yang tepat. Air mineral sebaiknya sudah melalui 10 langkah proses pemurnian. TDS dalam air minum berdiri antara 80 sampai 120 PPM untuk bisleri yang ideal untuk konsumsi manusia.

Air mineral penting dalam air adalah apa yang membuat Anda merasa lebih sehat ketika meminumnya. Ini adalah pilihan tepat untuk Anda minum setiap hari dan membantu melancarkan pencernaan. Karena dikemas dalam plastik PET, botol kosong bekas dapat dibuang dan didaur ulang secara efisien.

4. Air murni RO

Reverse Osmosis (RO) Purified Water mengacu pada air keran atau air tanah yang telah diperoleh dari sumbernya dan telah menjalani perawatan pemurnian di pabrik. Proses pemurnian menghilangkan semua bakteri, kontaminan dan padatan terlarut agar cocok untuk diminum dan keperluan lainnya.

5. Air sulingan

Seperti air yang dimurnikan, air suling atau air demineralisasi juga merupakan air yang telah mengalami proses pemurnian untuk menghilangkan mineral dan garam. Meskipun air suling secara teknis adalah air murni, namun tidak tepat untuk dikonsumsi karena kekurangan garam dan mineral dapat menyebabkan kekurangan mineral dalam tubuh. 

Air minum ini jika dikonsumsi dapat menyebabkan Anda kehilangan natrium, kalium, klorida, dan magnesium. Air suling adalah pilihan ketika air keran adalah satu-satunya sumber air dan Anda harus menyingkirkan kemungkinan bakteri dan kotoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*