Mengenal Hubungan Konsensual dan Berbagai Respons dari Pasangan, Jangan Memaksa!

Mengenal Hubungan Konsensual dan Berbagai Respons dari Pasangan, Jangan Memaksa!

Istilah consent memang sering terdengar ketika seseorang membahas suatu hubungan. Hubungan konsensual adalah kunci sukses dalam menjalin hubungan asmara dan juga pernikahan dengan pasangan.

Adanya konsensual menjadi tanda apakah hubungan Anda sehat, tanpa adanya tekanan, serta tidak berat sebelah. Sehingga sebaiknya Anda memahami apa itu hubungan konsensual.

Mengenal Hubungan Konsensual

Konsensual dalam konteks seksual adalah sifat pada hubungan yang mengandung consent alias persetujuan ketika melakukan aktivitas seksual. Apapun jenis kegiatan seksualnya, apakah hanya sekadar pelukan, bersentuhan, ciuman, hingga berhubungan intim. 

Dalam hubungan konsensual, kedua belah pihak harus setuju melakukan kegiatan seksual tersebut. Termasuk pada pasangan yang sudah menikah. Jika tanpa konsensual atau persetujuan, hubungan seksual yang dilakukan bisa disebut pemerkosaan.

Persetujuan yang dimaksud tidak hanya sekadar memberikan izin, tetapi juga dengan mengatakan secara verbal, jelas, tanpa paksaan atau manipulasi, dan antusias. 

Ketika pasangan memberikan izin satu kali, bukan berarti itu adalah izin untuk selamanya. Izin haruslah diberikan setiap saat ketika akan melakukan hubungan seksual, apapun jenisnya.

Dengan adanya hubungan konsensual ini, pasangan mendapat hak untuk merubah pikirannya. Ketika misalnya di awal setuju melakukan hubungan seksual bahkan sudah memulai foreplay, pasangan berhak untuk membatalkan aktivitas seks tersebut.

Hubungan konsensual ini jelas penting karena merupakan bentuk menghormati batasan satu sama lain dengan pasangan. Jadi keduanya harus memberikan persetujuan terlebih dahulu sebelum berhubungan seksual agar interaksi yang dijalani konsensual.

Bentuk Respons Pasangan Memberikan Konsensual

Pasangan yang setuju memberikan izin untuk melakukan hubungan seksual bisa dilihat dengan berbagai respons berikut ini:

  • Pasangan Anda akan secara jelas mengatakan ‘Iya’ ketika Anda meminta untuk melakukan hubungan seksual
  • Pasangan mengatakan secara eksplisit ‘Ya’, ‘aku mau’, atau kalimat mengiyakan lainnya ketika akan menaikkan derajat aktivitas seksual. Misalnya dari ciuman ke penetrasi.
  • Pasangan aktif dan sadar memberikan isyarat secara fisik untuk menaikkan derajat hubungan seksual yang dilakukan.

Namun, ada respons fisiologis manusia yang tidak bisa dikendalikan bukan berarti respons konsensual, jadi harus bisa dibedakan. Misalnya, ketika terjadi pemerkosaan dan korban mengalami orgasme, keluar cairan dari kelamin, atau penis ereksi. Itu semua tidak bisa dikatakan sebagai bentuk konsensual karena tidak bisa dikontrol oleh korban.

Begitu juga pada pasangan yang di bawah pengaruh alkohol. Meskipun mereka akan membalas ciuman atau sentuhan Anda, tapi tidak bisa disebut konsensual karena dia melakukan itu tanpa sadar.

Tanda dan Kondisi Pasangan Tidak Memberikan Konsensual untuk Berhubungan

Nah, tentu ada juga kondisi ketika pasangan tidak memberikan consent untuk melakukan hubungan seksual. Contohnya seperti berikut ini:

  • Pasangan secara eksplisit mengatakan kata ‘tidak’, ‘aku belun siap’, ‘nanti saja’, dan sejenisnya ketika diajak untuk melakukan hubungan seksual
  • Pasangan akan memberikan respons berupa tindakan seperti menggeleng, menghindari kontak mata, mengalihkan topik pembicaraan, serta menunjukkan rasa ketidaknyamanan.
  • Pasangan hanya diam saja. Dan diam bukan bentuk dari persetujuan
  • Pasangan menjawab ‘Ya’ namun karena terpaksa atau adanya manipulasi
  • Pasangan terlihat takut dan merasa cemas, berarti itu adalah bentuk tidak memberikan consent untuk berhubungan seksual.

Selain itu, ada juga kondisi yang kerap disalahartikan. Padahal kondisi ini belum tentu menjadi konsensual berhubungan seksual, yaitu:

  • Ketika pasangan pingsan, tidak sadarkan diri, tidur, atau mabuk
  • Saat pasangan mengenakan pakaian seksi, padahal hal tersebut jelas bukan bentuk persetujuan.
  • Pasangan memberikan isyarat yang jelas menolak berhubungan seksual seperti menjauh bahkan mendorong Anda
  • Pasangan yang sebelumnya setuju lalu berubah pikiran 
  • Ketika Anda berhubungan seksual dengan orang yang masih di bawah umur

Perlu juga diingat bahwa dalam hubungan konsensual Anda perlu menanyakan persetujuan pasangan setiap kali akan melakukan hubungan seks. Meskipun sebelumnya pasangan setuju, bukan berarti pasangan akan setuju untuk berhubungan di masa yang akan datang.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*