Mengenal Burning Mouth Syndrome yang Membuat Lidah Terasa Terbakar

masalah lidah - burning mouth potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Pernahkah Anda mengalami sensasi lidah terasa terbakar padahal tidak mengonsumsi makanan pedas? Bisa jadi Anda mengalami burning mouth syndrome (BSM). Kenali serba-serbi BSM tersebut.”

Pada saat Anda memakan makanan terlalu pedas, Anda akan mengalami kondisi lidah terasa terbakar. Hal ini terjadi karena adanya zat capsaicin yang ada di dalam cabai. Namun, perasaan lidah terbakar atau panas tersebut bisa mereda setelah meminum minuman dingin atau mengonsumsi makanan manis.

Akan tetapi, jika Anda mengalami lidah terasa terbakar selama berhari-hari dan tidak dipicu oleh makanan pedas atau panas, bisa jadi Anda menglami BMS. BMS atau burning mouth syndrome adalah kondisi di mana adanya rasa sakit seperti terbakar pada lidah dan membran mukosa.

Burning mouth syndrome biasanya ditandai dengan adanya rasa terbakar dan nyeri pada lidah, bibir, gusi, langit-langit, hingga rongga mulut. Kondisi ini muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang spesifik dan berlangsung secara lama, mulai dari hitungan bulan hingga tahun.

Pada saat sindrom ini terjadi, maka pasien akan merasakan sensasi lidah terasa terbakar dan semakin parah seiring waktu hingga terasa seperti lidah tersiram air panas, sehingga kadangkala akan menyebabkan adanya penurunan fungsi indera pengecap.

Penyebab burning mouth syndrome

Pemicu munculnya burning mouth syndrome atau sindrom mulut terbakar dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Sindrom mulut terbakar primer (Primary burning mouth syndrome)

Beberapa penelitian mengatakan bahwa primary burning mouth syndrome terjadi karena adanya gangguan fungsi saraf perifer atau pusat. Selain itu, bila tidak ada kelainan klinis yang dapat diidentifikasi, maka kondisi tersebut masuk ke dalam sindrom mulut terbakar primer atau idiopatik.

  • Sindrom mulut terbakar sekunder (Secondary burning mouth syndrome) 

Penyebab jenis ini biasanya terjadi karena adanya kondisi medis yang mendasari. Beberapa di antaranya:

  • Mulut kering (xerostomia)
  • Kondisi mulut lainnya, seperti adanya infeksi jamur 
  • Defisiensi nutrisi
  • Alergi terhadap suatu makanan dan bahan tambahannya
  • Refluks asam lambung
  • Alergi atau efek samping obat-obat tertentu
  • Kebiasaan menjulurkan, dan menggigit lidah
  • Gangguan endokrin
  • Faktor psikologis

Bila Anda pengguna gigi palsu dan tidak pas, maka meskipun hal tersebut tidak membuat terjadinya sindrom mulut terbakar, tetapi bisa memperburuk gejala-gejala yang timbul.

Gejala sindrom mulut terbakar

Beberapa gejala ini mungkin bisa terjadi ketika Anda mengalami burning mouth syndrome.

  • Sensasi panas atau lidah terasa terbakar, terkadang juga terjadi di bibir, gusi, langit-langit mulut, hingga tenggorokan
  • Sensasi mulut kering sehingga terus merasa haus
  • Adanya perubahan rasa pada mulut seperti menjadi rasa pahit 
  • Kehilangan atau mati rasa

Gejala-gejala tersebut bisa memiliki pola yang berbeda-beda, seperti:

  • Terjadi setiap pagi setelah Anda bangun tidur dengan rasa yang ringan, namun gejala akan semakin parah seiring berjalannya hari
  • Langsung terjadi sesaat segara bangun tidur dan terus bertahan sepanjang hari
  • Terkadang datang, namun bisa juga menghilang tiba-tiba

Seperti yang sudah disebutkan bahwa sindrom mulut terbakar ini akan berlangsung selama hitungan bulan hingga tahun. Namun, di beberapa kasus tapi jarang terjadi, gejala lidah terasa terbakar dan lainnya bisa menghilang dengan sendirinya atau menjadi lebih jarang. Beberapa gejala juga bisa menghilang sesaat ketika Anda makan atau minum.

Ketika Anda mengalami sindrom mulut terbakar, Anda tidak perlu merasa cemas berlebih karena penyakit ini tidak akan menyebabkan perubahan fisik secara nyata pada lidah atau mulut Anda. 

Komplikasi burning mouth syndrome

Komplikasi ini bisa terjadi karena disebabkan atau dikaitkan dengan sindrom mulut terbakar, terutama pada rasa ketidaknyamanan.

  • Susah tidur
  • Sulit mengunyah
  • Menimbulkan cemas hingga depresi

Tindak pencegahan sindrom mulut terbakar 

Tidak ada cara spesifik yang bisa dilakukan untuk mencegah sindrom ini. Namun, dengan menghindari penggunaan tembakau, makanan asam, pedas, minuman soda bisa mencegah terjadinya lidah terasa terbakar dan juga sindrom BMS.

Jadi, jika lidah terasa terbakar disertai dengan sakit pada mulut yang tidak kunjung sembuh setelah dua minggu, maka Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Perlunya diagnosis dokter agar Anda bisa mengetahui penyebab dan tingkat keparahan, serta mencegah adanya komplikasi bila keadaan ini terus berlangsung. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*