Manfaat dan Risiko yang Akan Terjadi Jika Melakukan Masturbasi Pada Wanita

Masturbasi sebenarnya merupakan aktivitas seksual yang umum dan aman untuk dilakukan. Di sisi lain, aktivitas ini kerap dikaitkan dengan gangguan produksi sperma hingga gangguan kejiwaan. Masturbasi pada wanita dan laki – laki , keduanya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Masturbasi untuk wanita secara klitoral

Masturbasi atau onani adalah tindakan memberikan rangsangan seksual pada diri sendiri dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin. Tujuannya adalah untuk mencapai orgasme atau klimaks, layaknya berhubungan intim dengan pasangan.

Pria biasanya melakukan masturbasi dengan menyentuh dan memijat penisnya, sedangkan masturbasi pada wanita dengan menyentuh dan memainkan area sensitif, seperti klitoris, vagina, dan puting payudara.

Berbagai riset menyebutkan bahwa sekitar 70–90% pria dan wanita pernah melakukan masturbasi dan sekitar 25% rutin melakukannya setiap minggu. Hal ini menunjukkan bahwa masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan.

Ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari melakukan masturbasi, antara lain.

  1. Meredakan stres dan memperbaiki suasana hati

Orgasme melalui masturbasi atau berhubungan intim bisa menjadi salah satu cara untuk melepas stres. Saat mencapai orgasme, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin yang bisa menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan rileks.

  1. Mengurangi nyeri

Selain mengatasi stres dan memperbaiki suasana hati, masturbasi juga bisa bermanfaat untuk mengurangi nyeri. Ketika mencapai orgasme, tubuh akan menghasilkan hormon serotonin, dopamin, dan endorfin. Selain bisa menimbulkan rasa tenang dan nyaman, hormon tersebut juga bisa meredakan rasa nyeri.

  1. Memperbaiki kualitas tidur

Keluhan susah tidur atau insomnia bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk stres dan rasa cemas berlebihan. Apabila merasa susah tidur, Anda bisa mencoba masturbasi guna mencapai orgasme. Ketika mencapai klimaks, tubuh akan merasa lebih nyaman dan tenang, sehingga Anda lebih mudah tertidur.

  1. Meningkatkan gairah seksual

Tak hanya bisa dilakukan sebagai cara mencapai orgasme secara mandiri, masturbasi juga bisa dilakukan sebagai salah satu teknik foreplay. Dengan melakukan masturbasi, Anda dan pasangan bisa merasa lebih bergairah saat berhubungan intim. Tak hanya itu, masturbasi juga bisa dilakukan bersama pasangan ketika Anda atau pasangan sedang bosan dengan seks penetrasi.

  1. Meredakan keluhan saat hamil

Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan beberapa wanita hamil merasakan gairah seksual yang meningkat, tetapi takut atau tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan pasangannya. Oleh karena itu, masturbasi saat hamil dapat bisa menjadi alternatif aman untuk melepaskan ketegangan seksual selama kehamilan. Aktivitas seksual ini juga dapat meringankan gejala kehamilan, seperti nyeri punggung bawah. Meski demikian, selama dan beberapa saat setelah orgasme, sebagian wanita hamil umumnya akan merasakan kram ringan.

Masturbasi juga bisa berisiko, terutama jika dilakukan terlalu sering, kasar, atau dengan cara yang salah. Berikut ini adalah beberapa risiko masturbasi yang penting Anda ketahui.

  1. Luka pada organ intim

Pada pria, masturbasi yang dilakukan terlalu sering atau kencang bisa menyebabkan penis mengalami cedera atau terluka. Sedangkan pada wanita, masturbasi terlalu sering atau kasar bisa menyebabkan vagina atau klitoris terluka, bengkak, dan iritasi.

  1. Penularan penyakit menular seksual

Meski tergolong aman, masturbasi tetap berisiko menimbulkan dampak negatif, termasuk risiko terkena penyakit menular seksual. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan masturbasi setelah ia menyentuh kelamin, air mani, atau cairan vagina dari penderita penyakit tersebut. Selain itu, penyakit menular seksual juga bisa menular melalui pemakaian sex toys, seperti vibrator atau dildo, yang digunakan bergantian dengan orang lain.

  1. Kecanduan masturbasi

Masturbasi yang dilakukan sesekali untuk melepas hasrat seksual adalah hal yang normal dilakukan. Namun, masturbasi terkadang bisa menimbulkan ketergantungan atau adiksi. Seseorang bisa dikatakan mengalami kecanduan masturbasi bila kesulitan atau bahkan tidak bisa berhenti melakukannya setiap hari dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk masturbasi hingga mengganggu aktivitas dan interaksi dengan orang lain.

Jadi masturbasi pada wanita aman dilakukan dan justru bermanfaat untuk kesehatan jika dilakukan dengan benar. Meski dapat mendatangkan manfaat yang baik untuk kesehatan, masturbasi pada wanita jika dilakukan secara sering dan kasar memiliki risiko yang kurang baik untuk kesehatan. Jadi, lakukan masturbasi sebijak mungkin, ya!

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*