Lakukan Perawatan Pada Vagina Dengan Menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene

Lactacyd Feminine Hygiene

Perawatan organ intim wanita penting dilakukan untuk menjaga organ kewanitaan tetap sehat. Tak hanya itu, organ intim yang selalu terawat dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area tersebut, seperti keputihan.

Vagina merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita. Jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik, organ ini rentan mengalami masalah, misalnya infeksi vagina. Bukan hanya itu, masalah atau penyakit pada vagina juga bisa saja merambat ke organ reproduksi lainnya.

Lactacyd Daily Feminine Hygiene adalah pembersih kewanitaan yang diformulasikan khusus dengan pH seimbang agar organ intim terjaga kelembapan dan kehalusannya. Cairan pembersih ini dapat membasmi bakteri penyebab gatal, bau tidak sedap, dan keputihan.

Lactacyd Daily Feminine Hygiene mengandung laktoserum susu dan asam laktat yang dapat menyeimbangkan kadar pH alami vagina dan mencegah kelembapan berlebih. Jika kadar kelembapan di area kewanitaan sangat tinggi, kemungkinan terserang bakteri penyebab keputihan pun tinggi. Gunakan Lactacyd Daily Feminine Hygiene dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, untuk hasil maksimal. Dengan begitu, organ intim Anda pun akan terbebas dari bakteri merugikan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ intim kewanitaan.

  1. Bersihkan vagina dengan benar

Vagina perlu dibersihkan setiap habis buang air kecil atau buang air besar. Cara membersihkan vagina yang benar adalah dengan membasuhnya dengan air bersih, lalu keringkan dengan tisu dari arah depan ke belakang atau dari vagina ke anus. Hal ini penting untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke dalam vagina. Bila memungkinkan, Anda juga bisa menggunakan air hangat untuk membersihkan area vagina. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah membersihkan vagina.

  1. Hindari penggunaan sabun mengandung parfum

Saat membersihkan vagina, Anda tidak perlu menggunakan sabun, terutama sabun yang mengandung parfum. Pemakaian sabun jenis ini justru dapat menganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina serta menimbulkan iritasi pada area vagina. Jika Anda tetap ingin menggunakan sabun untuk membersihkan organ intim, pilihlah sabun yang berlabel hypoallergenic. Selain itu, hindari pula produk pembersih kewanitaan yang disemprotkan ke dalam vagina (douching). Hal ini dikarenakan bahan di dalamnya justru dapat mengganggu keseimbangan pH dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi vagina.

  1. Keringkan dengan handuk

Setelah dibersihkan, jangan lupa untuk mengeringkan area intim dengan handuk bersih atau tisu berbahan lembut agar kelembapan area vagina tetap terjaga. Hal ini juga penting dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur pada vagina.

  1. Gunakan pakaian dalam yang tepat

Penggunaan dan perawatan pakaian dalam juga harus diperhatikan. Pakailah celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan tidak terlalu ketat untuk menghindari kelembapan berlebih. Cuci pakaian dalam dengan sabun yang mengandung sedikit detergen dan tanpa pelembut pakaian. Jangan lupa juga mengganti celana dalam secara teratur, terutama setelah beraktivitas dan saat terasa lembap atau basah.

  1. Hindari penggunaan pembalut beraroma

Saat menstruasi, hindari penggunaan pembalut yang mengandung pewangi, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Kandungan parfum di dalam pembalut dapat membuat organ intim Anda mengalami iritasi dan memicu keputihan. Selain itu, disarankan pula untuk sering mengganti pembalut setidaknya setiap 3–4 jam. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah infeksi dan timbulnya bau tidak sedap pada vagina.

  1. Hati-hati dengan perawatan tradisional

Perawatan tradisional pada organ intim wanita, seperti ratus dan gurah vagina, telah lama diyakini dapat membersihkan dan menyehatkan organ kewanitaan. Meski demikian, belum ada studi yang menunjukkan bahwa perawatan tradisional tersebut terbukti efektif untuk menjaga kebersihan dan merawat vagina. Selain belum terbukti baik untuk kesehatan organ intim kewanitaan, pemakaian uap dan asap panas dari ratus justru berisiko menimbulkan iritasi dan luka bakar pada vagina.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai bentuk usaha dalam merawat kewanitaan selain menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene. Jika Anda memerlukan konsultasi dengan dokter terkait hal ini, Anda bisa melakukannya melalui aplikasi kesehatan SehatQ.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*