Kepala Terasa Berat? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Memiliki kepala terasa berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat kondisi ini terjadi, Anda merasa ada ikatan yang kencang di kepala yang membuat Anda sulit berkonsentrasi dan fokus. Kepala terasa berat sering dihubungkan dengan kelelahan, sakit kepala, sakit leher, pusing, dan tekanan pada wajah dan kepala. Kepala terasa berat juga dapat menjadi salah satu gejala berbagai macam kondisi medis tertentu, sehingga mengetahui penyebab pasti gejala tersebut bukan suatu hal yang mudah.

kepala terasa berat

Penyebab kepala terasa berat

Ada banyak penyebab kepala terasa berat. Kondisi tersebut dapat bersifat ringan seperti infeksi sinus atau sakit kepala biasa hingga yang lebih berat seperti gegar otak ataupun tumor otak. Namun, umumnya, kepala terasa berat bukan suatu kondisi yang serius.

  • Ketegangan otot

Cidera apapun yang menimbulkan ketegangan atau nyeri otot pada kepala dan leher dapat menyebabkan kepala terasa berat. Cidera olahraga, kecelakaan mobil, dan melakukan pekerjaan yang terlalu keras seperti mengangkat benda-benda yang berat dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan mengakibatkan kepala terasa berat. Gejala lain ketegangan otot pada leher di antaranya adalah nyeri, rentang gerak yang terbatas, pembengkakan, kejang otot, kaku, dan tubuh terasa lemah.

Apabila Anda duduk sepanjang hari di depan komputer, leher dan mata juga dapat mengalami ketegangan akibat kelelahan. Hal ini dapat menyebabkan adanya rasa tertekan serta kepala berat. Jika Anda bekerja di depan komputer, pastikan untuk beristirahat dengan cuput untuk mengistirahatkan mata dan leher.

  • Gegar otak atau cidera kepala

Cidera kepala merupakan cidera dalam bentuk apapun pada bagian kepala, otak, dan tempurung kepala. Salah satu jenis cidera kepala adalah gegar otak yang terjadi ketika otak melambung dan mengenai dinding tengkorak. Gejala lain gegar otak yang perlu diwaspadai di antaranya adalah rasa bingung, mengantuk, pusing, gangguan ingatan, pandangan yang kabur, pusing, mual atau muntah, sensitivitas terhadap cahaya atau suara bising, dan gangguan keseimbangan. Gejala gegar otak dapat terasa selama beberapa minggu hingga bulan pasca cidera.

  • Kelelahan

Umumnya, kelelahan dapat terjadi ketika Anda kurang tidur ataupun sedang mabuk. Namun, ada beberapa kondisi medis tertentu yang dapat membuat Anda merasa lelah terus menerus, seperti anemia, hypothyroidism, apnea tidur, penyakit jantung, sindrom kelelahan kronis, fibromyalgia, penyakit Lyme, multiple sclerosis, lupus, gangguan hati dan ginjal, malnutrisi, dan dehidrasi. Saat tubuh lelah, kepala akan terasa sangat berat. Anda akan merasa ingin berbaring dan beristirahat terus menerus. Hubungi dokter apabila rasa kelelahan tersebut terus muncul. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius yang perlu diobati.

  • Kecemasan

Kecemasan merupakan rasa takut, gugup, ataupun kekhawatiran sebelum, saat, dan setelah kejadian-kejadian yang membuat seseorang merasa stres. Serangan kecemasan tersebut dapat menyebabkan tekanan dan kepala terasa berat, dan gejala lain seperti jantung yang berdebar, berkeringat, dan kesulitan berkonsentrasi. Bagi kebanyakan orang, rasa kecemasan tersebut akan datang dan pergi. Namun tidak sedikit yang terus menerus merasa cemas dan malah berubaah semakin parah. Jika kecemasan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, ada kemungkinan Anda menderita sebuah kondisi yang disebut gangguan kecemasan.

Umumnya, kepala terasa berat bukanlah disebabkan oleh kondisi medis serius. Anda akan merasa segar kembali setelah mendapatkan cukup istirahat. Apabila baru-baru ini Anda mengalami kecelakaan dan terdapat cidera kepala, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan medis. Ada kemungkinan kepala terasa berat usai cidera merupakan tanda gegar otak atau pembengkakan pada otak, yang mana merupakan sebuah kondisi mengancam nyawa.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*