Kenapa Kemampuan Imajinasi Berkurang Saat Menua?

Imajinasi biasanya erat kaitannya dengan anak-anak. Karena, anak-anak memiliki daya imajinasi yang tidak ada batasnya. Namun, bagaimana dengan orang tua? Apakah dengan seiring bertambahnya usia, kemampuan imajinasi akan tetap sama atau semakin berkurang?  Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Mainan anak laki-laki dan anak perempuan umumnya berbeda

Kemampuan imajinasi berdasarkan usia

Imajinasi atau khayalan yang meningkatkan kreativitas adalah aktivitas yang melekat dengan anak-anak. Mereka melakukan hal ini, mulai dari saat bermain hingga membayangkan ingin menjadi apa ketika sudah dewasa nanti.

Hampir setiap anak-anak hingga yang telah memasuki usia remaja, masih memiliki imajinasi mengenai apa yang ingin dilakukannya pada saat mereka telah dewasa dengan mudah. Mulai dari menjadi astronot, dokter, hingga pahlawan, semua hal itu sering menjadi salah satu imajinasi mengenai apa yang akan dilakukan pada masa depan.

Meski demikian, kemampuan orang dewasa untuk menikmati imajinasi itu semakin berkurang, sehingga mereka sulit membayangkan mengenai apa yang akan terjadi pada masa depan. Menurut penelitian dari Harvard University, kemampuan imajinasi seseorang akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa ingatan episodik yang mewakili ingatan manusia tentang masa lalu memungkinkan seseorang berandai-andai tentang masa lalu dan masa depan. Namun, apabila ingin berimajinasi tentang masa depan, manusia perlu mengingat pengalaman pada masa lalu secara mendetail.

Sayangnya, pertambahan usia juga memengaruhi kemampuan otak dalam mengingat kejadian pada masa lalu. Artinya, orang yang sudah memasuki usia lanjut, semakin kesulitan saat hendak mengingat-ingat memori yang berkaitan dengan hal yang telah lalu.

Hal ini, pada akhirnya berdampak pada kemampuan berimajinasi. Pasalnya, kemampuan seseorang untuk memiliki imajinasi akan menurun saat kemampuan untuk mengingat memori pada masa lalu juga telah berkurang.

Penyebab berkurangnya kemampuan berimajinasi pada lansia

Tak sedikit orang menyangka penyebab lansia yang mulai tidak memiliki imajinasi adalah kemampuan berbicara yang menurun. Padahal, penelitian oleh para ahli dari Harvard University tersebut menunjukkan bahwa penyebabnya adalah penurunan fungsi kognitif pada otak.

Para peneliti dari Harvard melakukan wawancara kepada beberapa peserta dengan rentang usia 25-72 tahun. Para peserta itu diminta untuk menceritakan pengalaman pribadi pada masa lalu dan imajinasi mengenai apa yang akan terjadi pada masa depan setelah melihat kata yang ditentukan.

Dari hasil wawancara, terlihat bahwa kemampuan peserta yang telah memasuki usia lanjut dalam menceritakan kejadian pada masa lalu tidak lebih detail, dibandingkan cerita mengenai pengalaman masa lalu dari peserta yang lebih muda.

Selain itu, imajinasi para lansia mengenai masa depan memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan imajinasi peserta yang lebih muda. Kondisi ini tentu tidak terjadi karena peserta lansia sulit berbicara. Para peserta ini justru mendapatkan nilai yang cukup tinggi pada tes verbal dan dapat berbicara banyak perihal pengetahuan secara umum.

Oleh sebab itu, para peneliti menarik kesimpulan bahwa imajinasi sangat berkaitan erat dengan ingatan pada masing-masing individu. Mengingat kemampuan fungsi otak semakin menurun seiring dengan pertambahan usia, tak heran jika lansia sudah tidak lagi memiliki ingatan dan imajinasi layaknya anak muda.

Walaupun kemampuan lansia dalam membentuk imajinasi mengenai masa depan semakin berkurang, bukan berarti para lansia tidak perlu menjaga kesehatan otak. Pasalnya, otak memiliki peranan penting dalam berpikir, belajar, dan mengingat berbagai hal dengan jelas.

Proses penuaan yang berdampak pada ingatan dan kemampuan imajinasi seharusnya tidak menghalangi untuk mempertahankan fungsi kognitif yang lansia miliki. Berikut adalah beberapa cara yang bisa lansia lakukan demi menjaga kesehatan otak agar tetap berfungsi dengan baik:

1. Membiasakan olahraga secara rutin

2. Menjaga pola makan sehat

3. Menggunakan otak untuk berpikir secara aktif

4. Menghindari stres

Demikian penjelasan singkat mengenai kemampuan imajinasi pada orang tua. Semoga dapat menambah wawasanmu.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*