Kenali Ciri-Ciri Kurang Tidur Anggota Keluarga Anda

keluarga tidur bersama di tempat tidur - lack of sleep on kids potret stok, foto, & gambar bebas royalti

“Anda mungkin sudah merasa kenal dengan gejala kurang tidur yang terjadi pada diri Anda. Namun, Anda juga harus memerhatikan ciri-ciri kurang tidur yang ada pada buah hati Anda.”

Kurang tidur seringkali dialami oleh orang dewasa yang bisa disebabkan oleh banyak faktor. Anda juga sudah mengetahui beberapa dampak yang akan terjadi pada pagi hari ketika Anda tidak memiliki tidur yang cukup saat malam hari.

Lalu, bagaimana dengan anak-anak Anda? Tidak seperti Anda yang bisa menunjukkan perubahan ketika kurang tidur, pada anak-anak ciri-ciri kurang tidur akan lebih sulit terlihat. Bayi ataupun anak-anak belum bisa mengutarakan apa yang sedang mereka alami, sehingga Anda akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apakah anak Anda kurang tidur atau tidak.

Di bawah ini akan dijelaskan ciri-ciri kurang tidur pada tiap anggota keluarga, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Ciri-ciri kurang tidur pada orang dewasa

Begadang menyelesaikan pekerjaan, insomnia, dan hal lainnya bisa menjadi penyebab Anda mengalami kualitas tidur yang buruk. Akibatnya, pada pagi hari Anda akan merasakan beberapa ciri-ciri dampak kurang tidur, seperti:

  • Merasa masih sangat mengantuk
  • Tubuh lemas dan mudah lelah
  • Menjadi sulit bangun di pagi hari
  • Membutuhkan kafein untuk memulai hari
  • Sulit untuk fokus
  • Lambat dalam merespons sesuatu
  • Menjadi emosional
  • Mudah merasa gelisah, dll

Ciri-ciri di atas juga bisa terjadi pada orang tua yang baru memiliki anak karena harus begadang untuk bergantian mengurus sang buah hati. Akan tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa anak-anak mengalami kesulitan untuk tidur dan menjadi kurang tidur?

Kurang tidur pada bayi dan ciri-cirinya

Melansir dari parentingscience.com, para peneliti menemukan adanya perilaku insomnia pada anak kecil. Perilaku insomnia ini mengacu kepada masalah yang disebabkan oleh penolakan anak saat diajak tidur, atau pola pengasuhan yang lama sehingga anak mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari.

Selain itu, anak-anak juga tidak bisa mengenal dengan baik apakah mereka berada dalam kondisi mengantuk atau tidak.

Dalam sebuah percobaan pada anak usia 8 – 10 tahun tidak diizinkan tidur lebih dari 4 jam di malam hari menunjukkan bahwa adanya perubahan tampilan dan penurunan kognitif pada sang anak. Namun, ketika ditanyakan, mereka bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak mengantuk.

Ciri-ciri kurang tidur pada bayi dan anak pun bisa berbeda. Tanda anak mengalami kurang tidur hampir serupa dengan orang dewasa, di antaranya:

  • Lebih sulit untuk bangun pagi
  • Mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Tertidur di kelas saat siang hari
  • Menjadi lebih emosional
  • Lebih sering tidur di akhir pekan sebagai bentuk mengganti tidur yang hilang 

Sedangkan ciri-ciri kurang tidur pada bayi bisa berupa:

  • Kurangnya minat pada lingkungan sekitar
  • Memiliki kecenderungan untuk berpaling dari hal-hal yang merangsang gerak
  • Mata terlihat sayu
  • Lebih sering menguap
  • Kehilangan nafsu makan

Baik pada orang dewasa maupun anak, kurang tidur atau tidak memiliki kualitas tidur yang baik akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, bahkan bisa menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan fungsi otak bila dilakukan secara terus menerus. Maka dari itu, orang tua memiliki peran penting untuk mengembalikan pola tidur yang baik di dalam keluarga.

Cara mengatasi sulit tidur

Pada orang dewasa dan anak-anak dapat melakukan beberapa cara yang serupa agar terhindar dari kurang tidur, seperti:

  • Buat pola tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya
  • Menghindari aktivitas yang bisa merangsang, seperti penggunaan gadget
  • Menghindari pencahayaan buatan sebelum tidur, atau mematikan lampu
  • Membuat posisi nyaman sebelum tidur

Sedangkan pada bayi, Anda bisa melakukan beberapa hal ini untuk membuat bayi Anda tertidur:

  • Pastikan anak tidak dalam kondisi lapar
  • Bedong si kecil agar merasa hangat
  • Membuat suasana sepi dan nyaman
  • Melakukan pijatan lembut di area yang disenangi bayi Anda

Itulah ciri-ciri kurang tidur yang dialami oleh orang dewasa hingga bayi. Penyebab terjadinya kurang tidur sangat bergam. Oleh karena itu hindarilah penyebab-penyebab tersebut agar keluarga Anda memiliki kualitas tidur yang baik.

Ciri-ciri kurang tidur di atas bisa memberikan dampak bila tidak diatasi, baik dampak jangka pendek berupa terganggunya aktivitas sehari-hari, hingga dampak jangka panjang seperti mengalami penyakit demensia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*