Kacamata Baca: Solusi Ekonomis untuk Gangguan Penglihatan

Orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan seperti rabun jauh, dekat, atau silinder cenderung memilih kacamata baca sebagai solusi. Pemilihan ini bukan tanpa alasan. Kacamata baca dianggap ekonomis dan praktis dalam membantu penggunanya untuk mempertajam indra penglihatan mereka.

Jenis kacamata baca yang perlu diperhatikan

Ketika memilih kacamata baca, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Berdasarkan kegunaan

Jenis lensa kacamata baca yang umumnya ada di pasaran, secara garis besar terdapat dua jenis: single vision dan multifocal. Lensa single vision ini hanya memiliki satu titik fokus yang dapat membantu penglihatan, yang sering digunakan oleh penderita rabun jauh, rabun dekat, dan silinder.

Jenis multifocal memiliki dua titik fokus sekaligus. Ia dapat mempertajam penglihatan, baik dari jarak dekat atau pun jauh. Jenis lensa ini digunakan oleh penderita presbiopia (berkurangnya kemampuan penglihatan terhadap objek dekat karena bertambahnya usia).

Selain dua jenis lensa tersebut, terdapat pula jenis lensa kacamata baca kantor yang dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja secara intensif di depan layar monitor komputer.

  • Berdasarkan material

Jenis lensa yang dibagi berdasarkan material atau bahan pembuatannya: kaca, plastik, polikarbonat, dan trivex. Jenis lensa kaca bersifat tidak mudah tergores, namun terkesan berat dan membutuhkan pemeliharaan khusus dikarenakan sifatnya yang ringkih. Di sisi lain, lensa plastik memiliki sifat yang lebih fleksibel dan lebih ringan, dan dapat memberikan perlindungan terhadap sinar UV.

Jenis lensa polikarbonat memiliki keunggulan sifat yang tahan terhadap benturan serta dapat melindungi mata dari sinar UV. Lensa ini cocok digunakan untuk anak-anak dan juga orang-orang yang seringnya beraktivitas di luar ruangan. Lensa trivex memiliki sifat yang ringan, tipis, dan tahan terhadap benturan. Lensa ini umumnya digunakan untuk anak-anak.

Gejala umum gangguan penglihatan

Beberapa gejala yang dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami gangguan penglihatan:

rabun dekat, umumnya terjadi ketika usia memasuki umur 40-an dengan gejala:

  • sakit kepala
  • mata mudah merasa lelah
  • merasa pusing setelah membaca dalam jarak dekat.

            rabun jauh

  • pandangan kabur atau tidak fokus ketika melihat objek dalam jarak jauh
  • sering sakit kepala akibat mata yang terus tegang
  • pandangan kabur ketika mengendarai kendaraan di malam hari

            silinder

  • sensitif terhadap cahaya
  • otot mata sering tegang
  • sering menyipitkan mata ketika melihat sesuatu

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka segeralah berkonsultasi ke dokter mata. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk masalah penglihatan Anda agar tidak semakin bertambah parah.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*