Inilah Dampak jika Ibu Melewatkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang dibutuhkan bayi dan diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Word Health Organization (WHO) merekomendasikan agar ibu menyusui bayi dalam 1 jam pertama setelah melahirkan atau disebut juga Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Hal ini disebabkan teradapat kolostrum pada ASI pertama ibu dengan manfaat kesehatan yang luar biasa. 

Akan tetapi, terdapat kemungkinan ibu melewatkan momen ini karena alasan kesehatan atau faktor-faktor lainnya sehingga mengakibatkan dampak kurang baik terhadap bayi. Berikut ini dampak-dampak yang dapat terjadi apabila ibu melewatkan tahapan IMD: 

  1. Bayi mudah terserang penyakit

Pada saat proses IMD, ibu mengeluarkan ASI pertama atau kolostrum yang mengandung antibodi sangat tinggi. Kolostrum mampu melawan infeksi yang menyerang bayi. Pasalnya, dua pertiga sel di kolostrum merupakan jenis sel darah putih. Hal ini dapat mencegah bayi terkena diare atau masalah perut lainnya karena usus rentan terserang bakteri atau virus. 

Kolostrum kaya akan komponen imunologi dan agen pertumbuhan yang merangsang pembentukan selaput lendir di usus. Prebiotik dalam kolostrum memberi asupan kepada bakteri baik di dalam usus. Oleh karena itu, selaput lendir maupun prebiotik mampu meningkatkan kesehatan pencernaan bayi. 

Di sisi lain, kolostrum berfungsi melancarkan buang air kecil dan memicu pengosongan perut dari zat-zat yang masuk ke dalam tubuh saat masih di dalam rahim ibu. Frekuensi buang air kecil yang cukup mengurangi risiko bayi terkena penyakit kuning atau jaundice. 

Bisa dibayangkan apabila bayi tidak mendapatkan IMD dan melewatkan kolostrum, maka akan berisiko terserang bakteri dan virus, gangguan pencernaan, jaundice, dan penyakit yang berkaitan dengan lemahnya sistem imun. 

  1. Meningkatkan jumlah kematian bayi

Pemberian ASI tepat waktu saat IMD bermanfaat dalam keberlangsungan hidup bayi selama 28 hari pertamanya. Sebuah studi menunjukkan bahwa risiko kematian neonatal dapat berkurang sampai 15% apabila bayi mendapatkan Inisiasi Menyusui Dini. 

Studi lain menyebutkan, bayi yang mendapatkan ASI lebih dari 24 jam pertama setelah dilahirkan memiliki risiko 85% lebih besar mengalami kematian dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI dalam waktu kurang dari 24 jam. 

  1. Produksi ASI menurun

Dengan melakukan IMD, hormon prolaktin dan oksitosin akan terangsang dan menyebabkan keluarnya ASI. Sebaliknya, jika proses IMD terlewatkan maka rangsangan tersebut akan menurun dan kuantitas ASI pun tidak lancar. 

Gerakan bayi menghisap puting memicu aktifnya sel-sel penghasil ASI. Selama beberapa minggu pertama kelahiran, semakin banyak bayi menyusu dan merangsang puting, maka semakin banyak prolaktin yang diproduksi.

  1. Ibu dan bayi menjadi lebih mudah stres

Saat melahirkan, ibu mengalami tekanan dan stres yang cukup berat. Setelah dilakukan IMD dan skin to skin, ibu menjadi lebih rileks serta ikatan antar keduanya semakin kuat. Bayi juga akan merasakan kasih sayang dari ibu, mampu bernafas lebih stabil, merasa lebih tenang, jarang menangis, dan memiliki pola tidur lebih baik. 

Akan tetapi apabila tidak diberikan IMD, maka bayi akan mengalami stres hormonal sehingga dikhawatirkan menurunkan imunitas tubuhnya sehingga memicu timbulnya berbagai macam penyakit. 

Pengetahuan mengenai pentingnya Inisiasi Menyusui Dini untuk kesehatan bayi dan ibu perlu disebarluaskan ke seluruh masayarakat. Petugas kesehatan juga perlu memberikan pengarahan mengenai proses IMD. Tak hanya itu, peran suami dan keluarga sangat dibutuhkan untuk mendukung ibu melakukan IMD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*