Fungsi Air Ketuban bagi Bayi dan Fakta Unik Cairan Ketuban Lainnya

Fungsi Air Ketuban bagi Bayi dan Fakta Unik Cairan Ketuban Lainnya

Fungsi air ketuban dan indikator cairan ketuban yang sehat adalah hal penting yang harus diketahui ibu. Namun bagi wanita yang baru merasakan kehamilan pertama, informasi tersebut mungkin masih awam. 

Air ketuban merupakan cairan yang menyelimuti janin ketika masih di dalam rahim. Cairan ini seperti pelindung dan membuat bayi tetap nyaman. Tapi, fungsi air ketuban tak hanya sekedar itu. Cairan ketuban memegang peranan penting dalam tumbuh kembang dan kesehatan janin. 

Bagaimana cairan ketuban terbentuk?

Di awal kehamilan, janin tumbuh di dalam kantong atau selaput yang terletak di rahim ibu. Kantong ini terbentuk dari dua membran, yaitu amnion atau ketuban dan korion. Di dalam selaput tersebut terdapat cairan ketuban yang mengelilingi janin. 

Cairan ketuban mulai terbentuk di awal kehamilan, sekitar 12 hari setelah pembuahan. Awalnya air ketuban berasal dari cairan tubuh ibu. Pada trimester kedua, air ketuban terdiri dari protein, karbohidrat, lipid, dan urea. Seiring waktu ketika saluran kemih janin mulai terbentuk dan bekerja (usia kehamilan 14-20 minggu), sebagian besar cairan tersebut akan tergantikan dengan urin janin. Tak hanya itu, air ketuban juga mengandung komponen penting seperti hormon dan antibodi untuk melawan infeksi. 

Fungsi air ketuban bagi janin

Kantong dan cairan ketuban seperti cangkang bagi bayi yang berfungsi melindungi bayi dari cedera atau benturan keras dan gerakan tiba-tiba. Air ketuban juga bisa meredam suara sehingga bayi tetap merasa damai dalam rahim dan tidak merasa terganggu. 

Antibodi yang terkandung dalam cairan ketuban memiliki sifat anti-bakteri untuk mencegah bakteri atau mikroorganisme lainnya masuk dan menginfeksi. Karena 

Fungsi air ketuban lainnya yaitu:

Membantu bayi bergerak bebas

Cairan ketuban mempermudah janin bergerak secara bebas di dalam perut. Hal ini bermanfaat untuk mendukung tulang yang sempurna.

Membuat bayi tetap hangat

Cairan ketuban membantu bayi tetap hangat dengan menghadirkan suhu yang konstan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi sehat.

Membantu melatih pernapasan dan mendukung sistem pencernaan

Janin menghirup dan menelan air ketuban. Hal ini membantunya melatih pernapasan, perkembangan paru-paru, dan kemampuan mencerna dengan baik. 

Membantu menerima nutrisi dengan baik

Cairan ketuban melindungi tali pusar agar tidak tertekan sehingga nutrisi dan oksigen yang disalurkan dari ibu bisa diterima dengan baik oleh bayi. 

Sebagai pelumas

Cairan ketuban melumasi bagian tubuh bayi dalam perkembangannya sehingga tidak terjadi malformasi seperti jari tangan atau kaki yang menempel satu sama lain.

Mengetahui kesehatan bayi

Dalam beberapa kondisi dibutuhkan pengujian sampel cairan ketuban untuk memeriksa kesehatan bayi serta mendiagnosis tanda penyakit atau kondisi genetik.

Mengetahui jenis kelamin bayi

Dalam keadaan darurat, pemeriksaan cairan ketuban bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi.   

Fakta air ketuban yang harus diketahui

Selain fungsi air ketuban, berikut ini informasi tambahan mengenai cairan ketuban yang harus diketahui ibu dan ayah.

  • Selama di dalam rahim, bayi secara tidak langsung menghirup dan menelan air urinnya sendiri.
  • Meski sebagian besar cairan ketuban terdiri dari urin bayi, air ketuban termasuk salah satu cairan yang paling steril/bersih.
  • Air ketuban yang normal bisa terlihat dari volume, warna, dan baunya. Namun hal ini bisa diketahui dengan jelas ketika cairan ketuban merembes atau pecah ketuban menjelang dan selama persalinan.
  • Masalah pada kadar cairan ketuban bisa terlihat ketika USG.
  • Cairan ketuban berlebih atau polyhydramnios bisa menjadi salah satu tanda kehamilan anak kembar. Namun bisa juga disebabkan oleh kondisi medis yang diderita ibu seperti diabetes gestasional.
  • Komplikasi terkait cairan ketuban bisa meningkatkan risiko bayi cacat lahir, meninggal dalam kandungan, keguguran, lahir mati, lahir prematur, dan kemungkinan operasi caesar
  • Kantung ketuban bocor bisa dipicu oleh benturan keras, penyakit, atau efek penggunaan obat-obatan tertentu. Terkadang kondisi ini bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas.   

Catatan

Fungsi air ketuban sangatlah penting bagi proses tumbuh kembang janin. Jika ibu merasakan tanda-tanda masalah pada cairan ketuban, segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*