Fakta Anak Pertama yang Harus Anda Ketahui

Fakta Anak Pertama yang Harus Anda Ketahui

Setiap anak, baik itu anak pertama, kedua ataupun terakhir memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang pemberani, ada juga yang penakut. Ternyata perbedaan karakteristik tersebut dipengaruhi oleh urutan kelahiran, seperti contohnya anak pertama yang dianggap lebih dewasa. Selain itu masih banyak lagi fakta anak pertama lainnya.

Fakta Anak Pertama dalam Keluarga

Perbedaan karakteristik anak pertama dan anak kedua salah satunya terletak dari pola asuh yang berbeda. Berikut beberapa fakta anak pertama mulai dari kepribadian hingga sifatnya.

1. Lebih Perfeksionis

Saat anak kedua belum lahir, anak pertama akan mendapatkan perhatian lebih namun orang tua yang baru pertama kali memiliki anak, cenderung memberikan peraturan yang lebih ketat. Hal itu membuat anak pertama menjadi lebih perfeksionis demi menyenangkan hati orang tuanya. Kebiasaan orang tua yang sering membandingkan anak pertama dengan adik-adiknya juga bisa membuat anak ingin selalu tampil sempurna dan takut akan kegagalan.

2. Lebih Berprestasi

Sebelum adanya anak kedua yang lahir, anak pertama akan mendapatkan seluruh perhatian orang tuanya. Umumnya orang tua akan meluangkan banyak waktu dengannya dan mengajarkan banyak hal, sehingga membuat anak pertama lebih berprestasi dan memiliki IQ yang lebih tinggi. 

3. Mudah Stres

Anak pertama memiliki banyak tanggung jawab mulai dari membantu pekerjaan rumah orang tua, menjaga adik-adiknya. Bahkan jika orang tua tidak ada, anak pertama lah yang berperan sebagai orang tua untuk adik-adiknya.

Orang tua juga cenderung lebih sering menuntut anak pertama untuk mencontohkan hal-hal baik dihadapan adiknya. Semua tekanan tersebut membuat anak pertama lebih mudah stres karena dituntut untuk selalu jadi sempurna.

4. Dapat Menjadi Pemimpin

Anak pertama lebih senang memerintah karena memiliki adik yang bisa mereka suruh. Perannya untuk mengurus adik-adiknya saat orang tua tidak ada, dapat membuat anak pertama berperan layaknya seorang pemimpin. Hal itu dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menyatakan jika anak pertama terutama laki-laki, memiliki kemungkinan 24% lebih tinggi menjadi seorang CEO atau top manager.

5. Tidak Berani Mengambil Risiko

Fakta anak pertama selanjutnya adalah mereka yang takut akan kegagalan sehingga mereka cenderung takut untuk keluar dari zona nyaman. Mereka juga tidak fleksibel dan tidak suka akan perubahan.

Tips Pola Asuh untuk Anak Pertama

Banyak anak pertama yang terpaksa menjadi dewasa karena kehadiran adik mereka. Karena itu, orang tua harus tau bagaimana tips pola asuh yang benar untuk anak pertama, agar mereka tidak merasa tersisihkan.

1. Biarkan Mereka Membuat Keputusan Sendiri

Banyak orang tua yang sering mendaftarkan anaknya untuk mengikuti berbagai macam les yang bahkan mungkin mereka tidak sukai. Sebagai orang tua, Anda memang ingin yang terbaik untuk anak namun jangan pernah memaksakan kehendak Anda. Anda mungkin senang jika anak Anda berprestasi, tapi bagaimana jika prestasinya tersebut terpaksa demi memenuhi permintaan Anda. Biarkan anak Anda membuat keputusan sendiri tentang les apa yang mereka inginkan. Jika mereka tidak menyukai les tersebut, maka jangan memaksanya.

2. Luangkan Lebih Banyak Waktu

Jangan membuat anak Anda merasa tersisihkan hingga bahkan merasa benci karena kehadiran adiknya. Meski memiliki bayi yang harus Anda urus, namun usahakan untuk meluangkan waktu lebih banyak untuk anak Anda. Tanyakan apa saja kegiatan mereka hari ini, bacakan cerita favoritnya atau luangkan waktu untuk mengajarinya mengerjakan tugas sekolah.

3. Biarkan Anak Melakukan Kesalahan

Sikap perfeksionis seringkali muncul pada anak pertama demi menarik perhatian serta menyenangkan hati orang tuanya. Jika anak membuat kesalahan, jangan pernah memarahinya. Tenangkan anak Anda dan katakan jika wajar seseorang melakukan kesalahan.

Itulah fakta anak pertama yang wajib Anda ketahui. Sebagai orang tua, jangan pernah membeda-bedakan kasih sayang dan perhatian Anda. Perbedaan yang Anda lakukan akan menumbuhkan sifat negatif di dalam diri anak, tidak peduli apakah itu anak pertama ataupun terakhir.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*