Cara Mengetahui Posisi Janin dalam Kandungan

Saat janin tumbuh selama kehamilan, mereka mungkin bergerak sedikit di dalam rahim. Sehingga terkadang mama merasakan ada tendangan, goyangan, atau bayi yang berputar. Selama bulan terakhir kehamilan, bayi lebih besar dan tidak memiliki banyak ruang gerak, posisi janin menjadi lebih penting ketika tanggal mendekati persalinan menjadi semakin dekat. Ini karena bayi perlu bergerak ke posisi terbaik untuk mempersiapkan persalinan.

posisi janin

Selama berada di dalam kandungan, janin akan bergerak ke beberapa posisi yang berbeda dan itu adalah hal yang normal. Namun menjelang waktu persalinan, ada beberapa posisi janin yang dianggap lebih aman dibandingkan dengan posisi yang lain. Untuk mengetahui posisi janin secara pasti, cara yang paling tepat tentu adalah dengan berkonsultasi pada dokter kandungan atau bidan. Namun saat kandungan memasuki usia 8 bulan, Anda bisa mulai mengetahui posisi bayi sendiri di rumah dengan melakukan metode belly mapping.

Cara mengetahui posisi janin dengan meraba perut

Saat kandungan sudah masuk usia 30 minggu ke atas, Anda sudah bisa melakukan belly mapping. Belly mapping adalah suatu metode untuk mengetahui posisi janin menjelang persalinan. Hal ini perlu dilakukan karena posisi janin bisa menentukan lancar atau tidaknya persalinan yang akan berlangsung.

Anda bisa melakukan belly mapping sendiri di rumah, namun sebelumnya, Anda perlu memriksakan dulu kondisi kandungan ke dokter agar mengetahui posisi kepala janin secara tepat. Berikut ini langkah untuk melakukan belly mapping:

  1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan

Untuk melakukan belly mapping, Anda perlu menyiapkan kasur atau sofa yang datar, kertas berukuran besar, dan pulpen atau pensil. Jika Anda ingin menandai posisi bayi secara langsung di kulit perut, gunakan spidol yang bahannya dipastikan aman untuk ibu hamil.

  • Temukan posisi kepala bayi

Untuk menemukan posisi kepala bayi, berbaringlah di atas kasur secara datar atau dengan memberikan sedikit ganjalan di bawah pinggul menggunakan bantal. Lalu, tekan sedikit area perut yang berada sejajar dengan pinggul bagian atas dengan jari. Jika Anda merasakan ada sesuatu berbentuk bulat dan keras, maka bisa dipastikan itu adalah kepala bayi. Sedangkan jika yang terasa adalah sesuatu yang bulat tapi lunak, maka kemungkinan itu adalah pantat bayi.

Anda juga bisa menentukan posisi kepala janin dari gerakan yang dilakukan si Kecil di dalam rahim. Gerakan yang kencang dan terasa jelas adalah gerakan yang berasal dari kakinya. Sedangkan gerakan yang berasal dari tangan biasanya akan terasa lebih ringan. Setelah mengetahui posisi kepala janin, Anda bisa memberikan penanda di perut secara langsung atau di atas kertas yang sudah disiapkan.

  • Temukan posisi punggung bayi

Untuk menemukan lokasi punggung bayi, gerakkan tangan dari titik kepala bayi berada ke arah atas. Jika Anda bisa merasakan sesuatu yang keras dan permukaannya terasa halus, maka itu adalah punggung bayi. Jika Anda tidak bisa merasakan punggung bayi, bisa jadi itu karena bayi sedang berada di posisi posterior sehingga punggungnya menghadap ke arah punggung ibu.

  • Tandai posisi janin di atas perut atau di atas kertas

Selanjutnya buat lingkaran besar di perut Anda langsung atau di atas kertas. Bagi lingkaran tersebut menjadi empat kuadran untuk mengetahui posisi janin lebih mudah lagi. Jangan lupa untuk memberikan tanda di lokasi kepala dan punggung janin.

  • Gunakan boneka peraga

Agar lebih mudah membayangkannya, Anda juga bisa menggunakan boneka peraga. Posisikan boneka tersebut sesuai lokasi kepala dan punggung yang sudah ditandai. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengetahui posisi tangan dan kaki si Kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*