Cara Mengatasi Puting Masuk ke Dalam bagi Ibu Menyusui

Puting masuk ke dalam terjadi karena jaring puting tertarik oleh jarigan di sekitar payudara. Penyebabnya bisa terjadi karena bawaan lahir, infeksi bakteri, atau cedera pada payudara. Kondisi ini memang tidak terlalu berbahaya dan masih bisa diatasi secara mudah, kecuali karena tumor atau kanker payudara.

Namun, jika puting masuk ke dalam terjadi pada ibu menyusui tentunya akan menyulitkan pemberian ASI kepada bayi. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan posisi puting masuk ke dalam sehingga bisa kembali menyusui bayi dengan mudah, yaitu:

1. Memijat Puting dan Sekitar Areola

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi puting masuk ke dalam yaitu dengan memberikan pijatan lembut sebagai rangsangan agar puting kembali keluar. Teknik pemijatan puting agar bisa menonjol keluar dikenal dengan Teknik Hoffman. Caranya, letakkan ibu jari dan jari telunjuk saling berhadapan di antara puting atau area areola. Pijat dengan lembut untuk merangsang saraf-saraf di sekitar puting sehingga bisa kembali keluar. Kemudian, putar puting ke arah luar secara vertikal dan horizontal atau searah dengan jarum jam. Lakukan teknik ini sebanyak 5 kali sehari. Bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena rangsangan pada puting dapat memicu kontraksi.

2. Menggunakan Pompa ASI

Penggunaan pompa ASI akan memberikan tekanan pada puting untuk mengarah keluar.  Sehingga, bisa merangsang pembentukan puting dan membuat puting masuk ke dalam bisa muncul ke permukaan payudara. Pompa ASI banyak tersedia dalam berbagai model, bahan, harga, dan ukuran. Anda bisa menyesuaikan pompa ASI seperti apa yang nyaman untuk digunakan. Jangan lupa juga untuk memastikan bahan pompa tidak menimbulkan alergi pada kulit dan Anda bisa memberikan ASI dengan nyaman untuk bayi.

3. Memberikan ASI Langsung pada Bayi

Jika Anda tidak ingin menggunakan pompa ASI untuk mengatasi puting masuk ke dalam, Anda bisa mencoba dengan menyusukan langsung pada bayi. Hisapan dari bayi akan memberikan tarikan pada puting sehingga bisa membuatnya menonjol keluar. Namun, cara ini tentunya bergantung dengan seberapa kuat hisapan bayi. Jika menyusui bayi secara langsung dilakukan secara rutin, maka hisapan bayi bisa membantu menarik puting keluar dan kembali ke posisi normal.

4. Menggunakan Pelindung Payudara

Pelindung payudara merupakan alat yang berbentuk bulat dengan tekstur lembut. Pada bagian tengahnya terdapat lubang kecil untuk menarik puting keluar. Alat ini bisa membantu memberikan tekanan pada puting masuk ke dalam dan membantu membentuk ukuran puting agar bisa menonjol keluar. Anda bisa menggunakan pelindung ini bersamaan dengan bra, yaitu meletakkannya tepat di bagian area areola. Selain membantu mengatasi puting masuk ke dalam, pelindung payudara ini juga dapat menstimulasi kelenjar susu.

6. Memakai Ukuran Bra yang Sesuai

Ukuran bra yang terlalu kecil akan memberikan tekanan pada payudara dan membuat puting masuk ke dalam. Oleh karena itu, gunakan bra yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Anda juga bisa merangsang pembentukan puting dengan memakai bra khusus untuk menyusui. Bentuknya yang menguncup bisa membantu mengatasi bentuk puting masuk ke dalam. Perhatikan juga bahan bra yang akan digunakan. Pilihlah bra dengan bahan yang menyerap keringat. Ganti bra secara rutin, minimal 2 kali dalam sehari agar tidak lembap dan menghindari pertumbuhan jamur.

Beberapa cara tersebut bisa digunakan untuk mengatasi puting masuk ke dalam dengan keparahan masih berada di tingkat 1. Karena kondisi puting masuk ke dalam tidak terlalu berbahaya dan masih bisa diatasi dengan cukup mudah. Jika penyebab puting masuk ke dalam karena adanya infeksi bakteri, maka Anda harus mengonsumsi antibiotik setelah memeriksakan diri ke dokter. Antibiotik diberikan untuk membantu eradikasi bakteri penyebab infeksi. Tindakan pembedahan juga bisa dilakukan jika memang diperlukan untuk memperbaiki puting masuk ke dalam dengan keparahan tingkat 3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*