Benarkah Penis Kecil Berpengaruh Pada Kesuburan Pria?

penis kecil

Selain takut tidak bisa memuaskan pasangannya di atas ranjang, alasan lain yang membuat pria kerap mengkhawatirkan ukuran penisnya adalah masalah kesuburan. Hal ini dikarenakan ukuran penis kecil, konon katanya dapat memengaruhi kesuburan pria. Namun, fakta yang ada tidak berkata demikian. Sederhananya, kesuburan pria ditentukan oleh kualitas dan kuantitas sperma. Seperti yang kita ketahui, sperma diproduksi oleh organ reproduksi pria lainnya, yakni testis. 

Jadi, tidak tepat jika mengatakan bahwa ukuran penis kecil pasti akan membuat membuat pria jadi tidak subur. Pria dengan penis yang kecil tetap bisa memiliki keturunan selama kualitas spermanya baik. Oleh sebab itu, alih-alih memusingkan ukuran penis, Anda sebaiknya lebih berfokus pada cara -cara menghasilkan sperma yang sehat. Sementara untuk urusan ranjang, faktanya pria dengan ukuran penis di bawah rata-rata tetap bisa merasakan kenikmatan dalam bercinta dan memuaskan pasangannya selama melakukan posisi seks yang tepat.

Penyebab penis kecil adalah berkaitan dengan produksi hormon pada pria. Sejak masih dalam kandungan, penis pada anak laki-laki akan terbentuk sebagai respons dari berbagai hormon di tubuh, terutama hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon seks pada pria. Testosteron termasuk ke dalam hormon androgen. Jika tubuh janin tidak memproduksi androgen dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak merespons androgen, hal ini akan memengaruhi pertumbuhan penis. Kondisi ini bisa juga disebut sebagai mikropenis atau microphallus. 

Pada bayi laki-laki, usia 0-3 bulan setelah dilahirkan merupakan periode penting pertumbuhan penis. Pada masa ini, produksi hormon testosteron akan meningkat. Gangguan pada hormon akan menyebabkan pertumbuhan penis terganggu dan menyebabkan mikropenis. Selain akibat masalah hormon testosteron, penyebab ukuran penis kecil pada pria yang lainnya adalah sebagai berikut ini.

  • Kurangnya produksi hormon pertumbuhan  
  • Kelainan kromosom
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Keturunan (genetik)
  • Gangguan pada hipotalamus dan kelenjar pituitary
  • Paparan zat beracun

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Utah Amerika Serikat menyatakan bahwa ukuran penis dapat menjadi indikator visual dari tingkat kesuburan pria. Hasil studi ini menyebutkan bahwa pria yang tidak subur rata-rata memiliki ukuran penis yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pria yang subur. Meskipun hasil penelitian mengungkap hal sedemikian rupa, memiliki ukuran penis di bawah rata-rata belum tentu mengartikan bahwa Anda infertil. Pasalnya, ketidaksuburan seorang pria dipengaruhi oleh begitu banyak hal, sehingga pengaruh ukuran penis dengan tingkat kesuburan pria tidak dapat dipercaya begitu saja. Ukuran penis memang tidak memberikan pengaruh langsung pada infertilitas seorang pria. Terdapat faktor lain yang memengaruhi kesuburan pada pria.

  1. Kondisi Kesehatan dan Kestabilan Hormon

Para pria yang memiliki penyakit tertentu, seperti varikokel, testis tidak turun, tumor, gangguan hormon, infeksi, serta beragam penyakit menular seksual lainnya, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan kesuburan.

  1. Faktor Lingkungan dan Paparan Zat Kimia

Waspadalah bagi para pria dengan paparan zat kimia berbahaya atau logam berat di pabrik. Pasalnya, paparan zat kimia tersebut sangat berisiko dalam mengurangi jumlah sperma dan motilitasnya.

  1. Berat Badan Berlebihan/Terlalu Kurang

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa pria obesitas (kelebihan berat badan) dan pria dengan berat badan kurang, berisiko untuk mengalami infertilitas.

  1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Asupan makan yang tidak seimbang, waktu istirahat yang kurang, jarang berolahraga, dan kebiasaan tidak sehat (seperti, merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, minum alkohol) dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria.

Jadi sudah jelas jika ukuran penis kecil ini tidak ada kaitannya dengan tingkat kesuburan pada pria. Jika ingin menjaga kesuburan yang dimiliki, hal yang paling penting adalah menjaga pola hidup agar kesuburan dapat terjaga dengan baik. Akan tetapi jika memang ingin mendapatkan hasil terbaik, Anda bisa melakukan konsultasi pada dokter. 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*