Bagaimana Cara Mengobati Pitiriasis Alba pada Anak-anak?

Bagaimana Cara Mengobati Pitiriasis Alba pada Anak-anak?

Pitiriasis alba ditandai dengan munculnya bercak-bercak warna merah muda di kulit wajah, tangan, atau pundak. Anak laki-laki memiliki kemungkinan yang lebih tinggi daripada anak perempuan. Anak-anak akan merasakan rasa sedikit gatal atau tidak gatal sama sekali.

Biasanya, setelah beberapa minggu bercak-bercak warna merah muda tersebut akan berubah menjadi lebih pucat dan bertekstur kasar. Bentuk ini mungkin akan bertahan selama satu tahun sebelum menjadi bercak putih bertekstur halus. Tanpa diobati, pitiriasis alba bisa sembuh dengan sendirinya serta tidak menular. Akan tetapi, agar penyakit ini tidak semakin memburuk, Anda bisa melakukan berbagai pengobatan berikut ini:

  1. Krim steroid

Krim steroid tipe ringan digunakan untuk mengurangi eritema dan pruritus, contohnya krim hydrocortisone 1%. Eritema merupakan kondisi munculnya bercak merah dan ruam, sedangkan pruritus meliputi rasa gatal dan ruam pada kulit. Krim steroid bisa digunakan selama 3-7 hari atau sesuai dengan resep dokter. 

  1. Krim petroleum jelly

Kandungan petroleum jelly terdiri dari minyak mineral dan lilin (wax) yang berfungsi memberikan kelembaban kulit. Tekstur kasar yang diakibatkan pitiriasis alba akan berkurang setelah krim ini dioleskan secara rutin. Tidak hanya krim petroleum jelly, Anda juga bisa menggunakan jenis pelembab umum lainnya. Namun, pastikan pelembab bebas dari parfum, detergen, atau sejenisnya karena dapat memicu iritasi. 

  1. Krim tacrolimus 0.1%

Sebuah studi menunjukkan, penggunaan krim tacrolimus 0.1% berfungsi sebagai repigmentasi jika digunakan dua kali sehari selama 14 sampai 16 minggu. Selama penggunaan krim ini, pasien tidak disarankan terpapar matahari dalam jangka waktu yang lama karena akan mengurangi efektivitas krim. Penggunaan sunscreen atau tabir surya sangat disarankan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Namun, krim ini dijual dengan harga yang relatif mahal. 

  1. Krim pimecrolimus 1% 

Para peneliti meyakini pitiriasis alba merupakan dermatitis atopik ringan. Krim pimecrolimus dinilai lebih aman digunakan dalam jangka waktu panjang. Krim ini juga lebih disukai daripada krim tacrolimus dalam beberapa kasus karena lebih mudah beradaptasi saat digunakan di wajah. Sama seperti krim tacrolimus 0.1% , krim ini memiliki harga yang relatif mahal sehingga jarang digunakan.    

  1. Hindari mandi dengan air hangat atau panas

Mandi dengan air hangat atau panas sebaiknya dihindari karena memicu tingkat keparahan penyakit ini. Terlalu sering atau jarang mandi juga menjadi faktor pemicu pitiriasis alba meskipun penelitian ini belum mendapatkan kesimpulan pasti. Usahakan mandi menggunakan sabun yang mengandung bahan pelembab. 

  1. Penggunaan sunscreen secara rutin

Paparan sinar matahari di Indonesia cukup intens dan terik. Penggunaan sunscreen dengan tingkat SPF yang sesuai sangat direkomendasikan. Sunscreen berfungsi mencegah ruam menjadi semakin kemerahan atau bahkan terbakar, serta menghindari kulit di sekitarnya semakin gelap. 

  1. Kurangi paparan cahaya matahari dan angin 

Beberapa dokter menyarankan pasien pitiriasis alba untuk menghindari faktor-faktor lingkungan seperti paparan angin dan sinar matahari yang terlalu ekstrim. Jika terpaksa berada pada kondisi tersebut, gunakan pakaian atau jaket pelindung. 

  1. Terapi psoralen- UVA

Terapi ini digunakan apabila ruam pitiriasis alba semakin luas penyebarannya. Psoralen dioleskan ke kulit atau dikonsumsi secara oral untuk membuat kulit lebih sensitif, lalu sinar UVA dipancarkan. 

Sebelum melakukan pengobatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan solusi terbaik. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan sembuh sendirinya ketika pasien beranjak dewasa sehingga dibutuhkan kesabaran.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*