Apakah Plester Akan Selalu Digunakan Untuk Menyembuhkan Luka?

Siapa yang tidak pernah mengalami luka sama sekali? Pasti jawabannya tidak ada, karena semua orang pasti pernah mengalami luka. Luka yang dialami pun beragam, ada luka kecil, luka sedang sampai dengan luka berat seperti tertusuk. Lalu, apakah setiap perawatan pada luka selalu memerlukan plester luka? Tentunya ada beberapa kondisi yang membuat apakah luka tersebut perlu ditutup atau tidak.

Plester luka pada dasarnya bisa saja digunakan, tetapi bisa juga tidak. Semua itu tergantung dari jenis luka yang ditimbulkan. Setiap luka tentunya mendapatkan perawatan yang berbeda – beda. Perbedaan ini bisa dilihat dari kondisi luka, jenis luka hingga di mana luka terjadi. Berikut ini beberapa jenis luka yang biasa terjadi.

  1. Luka koyak atau avulsi

Luka ini merupakan robeknya Sebagian atau seluruh kulit dan jaringan yang ada di bawahnya. Biasanya yang termasuk dalam golongan luka koyak atau avulsi adalah luka berat seperti terkena ledakan, tembakan atau kecelakaan berat. Perawatan pada luka ini tidak hanya sekedar ditutup dengan plester luka saja, melainkan harus mengalami operasi hingga penjahitan untuk menutup luka.

  1. Luka tusuk

Luka ini disebabkan oleh tusukan benda tajam dan panjang seperti pisau, paku atau jarum. Luka tusuk ini bisa menyebabkan terjadinya tetanus apabila benda yang menusuknya kotor. Perawatan luka yang diberikan adalah pembersihan darah dan pelepasan benda yang menusuk. Selanjutnya untuk pencegahan, dokter akan memberikan vaksin tetanus.

  1. Luka robek atau laserasi

Nah, jika luka robek ini termasuk dalam luka ringan. Biasanya luka ini ditemukan pada kecelakaan saat berkendara atau pun luka akibat mesin. Meski begitu, penanganan luka ini dapat dilihat berdasarkan seberapa pendarahan yang terjadi dan seberapa darurat dari kondisi luka tersebut.

  1. Luka sayat atau insisi

Luka sayat ini biasanya terjadi karena terkena goresan dari benda pipih dan tajam seperti pecahan kaca, pisau, silet bahkan kertas. Untuk tingkat lanjutannya, luka sayat juga bisa disebabkan karena adanya prosedur pembedahan.

  1. Luka baret atau abrasi

Luka baret terjadi karena adanya gesekan tau goresan dari kulit terhadap permukaan benda kasar atau keras seperti jalanan bersemen atau beraspal. Luka baret seringnya tidak menimbulkan perdarahan. Meski begitu, jika tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan infeksi.

Setelah mendapat perawatan terhadap luka yang dialami, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka, diantaranya

  1. Mengompres luka dengan air hangat

Air hangat memiliki banyak manfaat, termasuk dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Kompresan air hangat ini bisa meningkatkan aliran darah ke kulit dan area yang terkena luka. Rasa panas atau hangat ini akan membuat tubuh menjadi lebih tenang.

  1. Membersihkan tangan sebelum merawat luka

Jika ingin mengganti plester atau perban pada luka, pastikan tangan Anda sudah bersih. Hal ini perlu diperhatikan agar luka bisa terhindar dari infeksi akibat bakteri yang tertempel pada tangan Anda.

  1. Menggunakan lidah buaya

Gel atau lendir dari lidah buaya ini memiliki banyak sekali manfaat untuk kulit, termasuk dalam menyembuhkan luka yang terjadi di kulit dan bisa dijadikan sebagai pengering pada luka. Anda bisa membeli gel lidah buaya di apotek atau pun dengan membelah tanaman lidah buaya menjadi dua dan diambil lendir atau gelnya. Lalu Anda bisa mengoleskannya pada kulit yang mengalami luka. 

  1. Mengoleskan salep

Anda bisa mengoleskan salep yang tidak mengandung bahan kimia keras untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Penggunaan salep ini akan membantu proses penyembuhan luka dua kali lebih cepat.Jadi tidak semua luka harus diberikan plester luka. Ada beberapa luka yang tidak perlu menggunakan plester. Tetapi jika Anda ingin membeli plester luka sebagai bentuk antisipasi dan pelengkap dari kotak P3K, bisa membelinya di SehatQ, loh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*