Apa Itu Quad Marker Screening Test?

Quad marker screening test adalah pemeriksaan darah saat kehamilan yang dapat memberikan informasi terkait kondisi kesehatan janin yang dikandung ibu. Pemeriksaan skrining kehamilan ini akan mendeteksi empat zat atau substansi dalam darah, yakni:

  • Alpha-fetoprotein (AFP), protein yang dihasilkan oleh janin
  • Human chorionic gonadotropin (HCG), hormon yang dihasilkan oleh plasenta
  • Estriol, hormon yang dihasilkan oleh plasenta dan liver janin
  • Inhibin A, hormon yang dihasilkan oleh plasenta

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kemungkinan kondisi medis tertentu pada janin seperti sindrom down atau defek tabung saraf. Tes ini biasanya dapat dilakukan pada trimester kedua, tepatnya saat usia kehamilan mencapai 6-18 minggu. Namun, tes ini juga dapat dilakukan hingga minggu ke-22 kehamilan.

Alasan mengapa quad marker screening test diperlukan

Quad marker screening test diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya kondisi medis tertentu pada janin, seperti:

  • Sindrom Down

Sindrom Down merupakan kelainan genetik yang dapat menyebabkan gangguan intelektual, keterlambatan perkembangan, dan masalah kesehatan lainnya.

  • Trisomy 18

Kelainan genetic ini ditandai dengan keterlambatan perkembangan dan kelainan struktur tubuh, pada bayi dengan trisomu 18 biasanya meninggal pada usia 1 tahun.

  • Spina bifida

Kelainan genetik ini dapat ditandai dengan adanya kegagalan perkembangan atau menutupnya tabung saraf. Hal ini menyebabkan kerusakan pada saraf tulang belakang.

  • Defek atau kelainan dinding perut

Pada kelainan genetik, ini usus atau organ dalam perut lainnya keluar lewat pusar dan menembus dinding perut.

Dokter akan merekomendasikan semua wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan ini, meskipun tetap menjadi pilihan setiap ibu untuk melakukannya. Akan tetapi, wanita hamil dengan beberapa faktor risiko berikut sangat disarankan untuk melakukan tes:

  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetic
  • Memiliki anak dengan kelainan genetik pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki diabetes tipe 1 sebelum kehamilan

Sebelum melakukan pemeriksaan ini, tenaga medis akan menyarankan pasien untuk bertemu dengan konselor genetik terlebih dahulu. Konseling genetic akan dilakukan secara rutin selama pemeriksaan prenatal. Pasien tidak perlu berpuasa sebelum pemeriksaan.

Pada quad marker screening test, tenaga medis akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena di lengan pasien, berikut penjelasan prosedurnya:

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan antiseptik untuk membunuh kuman.
  • Lengan atas akan diikat oleh perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah yang diambil dirasa sudah cukup, suntikan akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.

Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.

Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini tergolong tes skrining dan bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis suatu kondisi medis. Hasil pemeriksaan yang tidak normal menandakan bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kelainan genetik. Risiko pengambilan darah sangat kecil. Pasien mungkin akan mengalami nyeri ringan atau memar pada lokasi pengambilan darah, akan tetapi gejala tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*