Anak Batuk dan Tersedak? Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini!

Anak Batuk dan Tersedak? Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini!

Anak-anak terutama berusia 1-5 tahun memiliki rasa ingin tahu yang besar. Di usia emasnya itu, tak jarang mereka memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya untuk mengenali benda tersebut. 

Benda-benda kecil, seperti kelereng, manik-manik, dan kancing bisa saja tak sengaja tertelan oleh buah hati hingga tersangkut di saluran napas anak dan menyebabkan tersedak

Kepanikan pasti ada, tapi sebisa mungkin bersikaplah tenang agar kondisi tidak semakin parah. Lalu lakukan penanganan dengan cepat. 

Tips membantu anak yang tersedak

Penanganan anak tersedak berbeda-beda tergantung usia dan kondisinya. Jika Anda bisa melihat objek tersebut, coba keluarkan secara perlahan-lahan. Jangan menyodoknya berkali-kali karena bisa membuat objek semakin ke dalam. 

Jika anak batuk keras atau menangis keras, minta mereka untuk terus batuk atau menangis karena cara itu dapat membantu mendorong benda keluar.

Jika anak masih sadar namun tidak batuk atau batuknya tidak efektif, coba lakukan beberapa cara berikut untuk mengatasi tersedak:

  1. Pukulan punggung

Teknik ini menciptakan getaran dan tekanan pada saluran napas sehingga benda yang tersangkut bisa keluar. 

Untuk melakukannya adalah sebagai berikut:

  • Telungkupkan bayi di lengan Anda dan gunakan paha Anda untuk menopang berat bayi. Pegang rahang bayi menggunakan tangan yang memegang tubuh bayi.
  • Arahkan bayi ke bawah, lebih rendah dari tubuhnya.
  • Berikan hingga 5 pukulan cepat dan kuat ke area di antara tulang belikat (punggung).  
  1. Dorongan dada

Jika anak masih tersedak setelah 5 pukulan punggung dan mereka masih sadar, berikan dorongan dada. Teknik ini hanya efektif untuk anak berusia di bawah 1 tahun. 

Pertama-tama, baringkan bayi menghadap ke atas di sepanjang paha Anda. Jaga agar kepalanya lebih rendah dari dadanya. Dengan menggunakan telunjuk dan jari tengah, temukan tulang dada bayi. Berikan 5 dorongan yang kuat ke bawah hingga kedalaman dadan sekitar sepertiganya.  

Teknik ini membantu mendorong udara dari paru-paru ke jalan napas untuk mendorong benda keluar. 

  1. Dorongan perut

Dorongan perut atau teknik Heimlich dilakukan untuk anak di atas usia 1 tahun yang masih tersedak walaupun telah menerima pukulan punggung. Ini merupakan teknik dasar dan paling umum untuk mengatasi tersedak.

Berikut cara melakukan teknik Heimlich:

  • Berdiri atau berlutut di belakang anak Anda. Letakkan lengan Anda di bawah lengan anak dan di sekitar perut bagian atas. 
  • Kepalkan tangan Anda dan letakkan di antara pusar dan tulang rusuk. 
  • Dengan gerakan cepat dan tajam, angkat anak Anda ke atas. Pastikan tidak menekan tulang rusuk bagian bawah. 
  • Ulangi gerakan hingga 5 kali. 

Jika setelah melakukan berbagai teknik namun masih belum keluar, terus ulangi mulai dari pukulan punggung dan dilanjutkan dengan dorongan dada atau perut hingga benda yang tersangkut berhasil keluar. 

Jika bayi kehilangan kesadaran, baringkan dia di permukaan yang rata dan kokoh kemudian teriakkan minta tolong. Jangan tinggalkan bayi dalam kondisi apapun, lalu berikan CPR pada bayi hingga petugas medis datang. 

Berikut cara melakukan CPR pada bayi:

  • Membaringkan bayi di permukaan kokoh dan rata, seperti di lantai.
  • Letakkan dua jari di tulang dada bayi. Tekan hingga kedalamannya sekitar sepertiga dengan ritme 100 – 120 tekanan setiap menit. Lakukan hingga 30 tekanan (kompresi) dada.
  • Miringkan kepala bayi ke belakang dan angkat dagunya untuk membuka jalan napas. Berikan dua kali napas buatan dengan menghembuskan setiap tarikan napas selama 1 detik penuh. 

Minta bantuan tetangga jika Anda tidak bisa melakukan CPR. 

Catatan

Tersedak yang menyumbat jalan napas bisa menyebabkan kematian jika penanganannya terlambat. Jika anak tersedak, telepon 118 atau 119 untuk panggilan medis darurat, sebelum memberikan pertolongan pertama pada buah hati Anda. 

Agar hal ini tidak terulang kembali, hindari seluruh benda-benda kecil dan awasi anak dengan fokus maksimal saat mereka bermain atau makan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*