6 Kebiasaan yang Harus Dirutinkan Untuk Obati Asam Lambung

asam lambung

Asam lambung memang tidak boleh dianggap sepele. Bila dibiarkan, bisa berdampak pada penyakit yang lebih parah seperti misalnya liver. Penderita asam lambung pun tidak bisa makan bebas seperti kebanyakan orang lain. 

Kebiasaan buruk telat makan, serta hobi mengkonsumsi makanan pedas juga harus dihilangkan ketika lambung sudah bermasalah. Jangan lupa juga untuk selalu mengobatinya dengan coba merutinkan kebiasaan baik berikut ini:

1. Memastikan Berat Badan Sudah Ideal

Meskipun tidak ada kaitan antara kenaikan berat badan dengan sakit asam lambung, tetapi sesungguhnya rasa terbakar dan mual pada saat asam lambung terjadi bisa semakin sakit saat berat badan terlalu gemuk. Kelebihan berat badan menyebabkan tubuh menekan usus lebih sering dan sakit. Akibatnya, asam lambung pun membuat ulu hati terasa terbakar. 

Disarankan bagi penderita asam lambung untuk menurunkan berat badan sekitar 1 kg saja perminggu. Perlahan demi perlahan hingga berat badan pun turun pada titik yang ideal. Bagi Anda yang memiliki berat badan ideal, silahkan untuk menjaganya supaya tidak alami bloating. 

2. Mencatat Mana Makanan yang Boleh Dikonsumsi Atau Tidak

Penderita asam lambung perlu membiasakan diri mengingat jenis-jenis makanan yang boleh dikonsumsi ataupun tidak. Beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi misalkan saja coklat, kafein, soda, gorengan, tomat, makanan berlemak tinggi serta minuman asam. Disarankan bagi penderita asam lambung untuk memperbanyak konsumsi sayuran. 

3. Makan dalam Porsi yang Sedikit

Disarankan penderita asam lambung untuk makan dalam porsi yang lebih sedikit. Ikuti panduan untuk makan sebelum lapar serta berhenti setelah kenyang. Mengkonsumsi makanan dalam porsi yang terlalu besar bisa membuat kinerja lambung dan usus jadi berat. 

Tak hanya itu, setelah makan usahakan juga untuk tidak langsung rebahan melainkan duduk dan menunggu hingga makanan dicerna lambung dengan maksimal. Kebiasaan buruk berbaring setelah makan membuat GERD serta perut membuncit. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK) menyarankan untuk menunggu sekitar 3 jam sebelum Anda bisa rebahan atau tidur setelah makan. 

4. Berhenti Merokok

Lambung yang terasa terbakar bisa semakin parah bila Anda merokok. Aktivitas ini merusak bagian sfingter esofagus, sebuah bagian otot yang tugasnya untuk menutup atau membuka kerongkongan sesuai dengan kebutuhan.

 Saat otot ini melemah karena kebiasaan merokok, rasa terbakar pun semakin menjadi-jadi. Walaupun Anda bukan seorang perokok aktif, cobalah untuk menjauhi perokok karena asapnya tidak baik untuk dihirup penderita asam lambung. 

5. Hindari Menggunakan Baju yang Terlalu Ketat

Siapa sangka, mengenakan pakaian yang terlalu ketat sangat tidak baik untuk penderita asam lambung. Kain yang ketat akan terasa sesak sehingga menekan perut. Akhirnya, asam lambung pun naik. Usahakan mengenakan pakaian yang longgar. 

6. Coba Lakukan Meditasi 

Banyak orang sering tidak menyadari kalau asam lambung diakibatkan oleh stress yang berkepanjangan. Penderita asam lambung perlu melatih diri untuk rileks dengan mengatur emosi. Meditasi jadi salah satu jalan yang dilakukan untuk membuat pikiran jadi semakin rileks. Selain itu, kamu juga bisa mencoba melakukan yoga serta latihan mengatur pernafasan.

6 Kebiasaan baik ini sering tidak disadari membawa pengaruh luar biasa untuk kesehatan lambung penderita GERD. Selain menghindari stress, penderita asam lambung juga perlu untuk mengatur porsi makan supaya tidak terlalu banyak. Melainkan, makan dalam porsi sedikit yang sering. 

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*