5 Risiko Akibat Abai Prinsip Dagusibu

5 Risiko Akibat Abai Prinsip Dagusibu

Terapi oral dengan menggunakan obat menjadi salah satu cara pengobatan yang paling umum dan paling banyak digunakan di dunia. Hasil dari terapi ini pun bisa efektif jika Anda menerapkan prinsip dagusibu. Jika tidak, terapi oral dengan obat justru tidak bisa bekerja dengan baik. 

Prinsip dagusibu sejatinya merupakan cara pasien untuk mengelola obat-obat yang mesti dikonsumsinya sebagai terapi atas penyakit yang diderita. Prinsip ini terdiri atas empat bagian, yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang. 

Masih banyak orang yang abai menerapkan prinsip dagusibu dalam mengonsumsi berbagai jenis obat yang mereka butuhkan. Apakah Anda termasuk di antaranya? Ujung-ujungnya jika Anda berlaku masa bodoh dengan prinsip dagusibu, bersiaplah menghadapi berbagai risiko di bawah ini. 

  1. Mengonsumsi Obat Palsu 

Prinsip pertama dari dagusibu adalah bagaimana cara Anda memperoleh obat yang Anda butuhkan. Selalu pastikan bahwa Anda mendapatkan obat-obat tersebut dari tempat terpercaya, seperti farmasi rumah sakit maupun apotek dan toko obat yang sudah memiliki izin. Di luar tempat-tempat tersebut, Anda bisa saja mendapatkan obat palsu yang tidak efektif memulihkan kondisi Anda dari penyakit. Obat palsu justru bisa menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti memperparah gejala sakit ataupun menimbulkan keluhan lain. 

  1. Keracunan Obat 

Dalam prinsip dagusibu, sebelum menggunakan obat Anda harus memperhatikan baik tidaknya kemasan juga tanggal kedaluwarsa. Hal ini menjadi sangat urgen karena jika Anda mengabaikannya, risiko keracunan obat bisa dengan mudah terjadi. Contohnya jika kemasan obat yang Anda terima dalam keadaan rusak dan Anda tetap mengonsumsinya, ada kemungkinan obat tersebut telah terpapar zat-zat lain dari luar. Belum lagi jika Anda tidak menyadari obat yang dikonsumsi sudah kedaluwarsa, kemungkinan keracunan akan semakin besar. 

  1. Terkena Efek Samping Serius 

Setiap obat memang memiliki efek samping. ada obat yang bahkan yang efek sampingnya berupa sesak napas parah. Namun, efek samping tersebut bisa Anda minimalkan apabila menerapkan prinsip dagusibu sebelum mengonsumsinya. Saat mendapatkan obat dari bidang farmasi, jangan lupa perhatikan efek samping apa saja yang bisa terjadi. Peringatan efek samping biasanya ada di dalam bagian kemasan. Jika sudah, jelaskan kepada bagian farmasi mengenai kondisi penyakit Anda serta ada tidaknya alergi yang pernah Anda alami. Informasi tersebut bisa memberi petunjuk kepada bagian farmasi mengenai dosis dan penggunaan obat yang aman bagi Anda sehingga efek samping lebih mudah ditekan. 

  1. Meledak dan Menjadi Racun 

Dalam prinsip dagusibu, penyimpanan obat disarankan pada suhu ruangan yang cenderung sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari. Hal ini bukan tanpa alasan. Beberapa obat yang berjenis aerosol bisa meledak apabila Anda meletakkannya di paparan panas baik dalam ruangan atau langsung terkena sinar matahari menyengat. Ledakan tersebut bisa berbahaya bagi Anda dan orang-orang sekitar. Tidak hanya itu, menyimpan obat pada suhu yang relatif panas dapat memengaruhi kandungan obat yang membuat fungsi obat menjadi kurang efektif atau bahkan bisa berubah menjadi racun. 

  1. Timbul Resistensi 

Selalu perhatikan petunjuk penggunaan obat yang diberikan oleh dokter. Jangan sok pintar dengan menghentikan penggunaan obat sebelum habis karena merasa gejala sudah berkurang dan tubuh telah membaik. Cara penggunaan obat yang sering tidak dihabiskan ini bisa memicu resistensi pada tubuh terhadap jenis obat tersebut. Resistensi khususnya mudah muncul apabila Anda tidak menghabiskan resep obat berjenis antibiotik. Alhasil ketika Anda kembali sakit di waktu mendatang, dosis obat mesti dinaikkan. 

*** 

Prinsip dagusibu bukan sekadar gaya-gayanya melakukan praktik sehat mengelola obat. Lebih daripada itu, prinsip ini dapat menjaga keamanan Anda selama mengonsumsi terapi oral tersebut. 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*