5 Fakta Belum Haid Setelah Melahirkan Walaupun Sudah Berhubungan Seks

Setelah melahirkan, salah satu siklus yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang ibu ialah siklus haid. Kondisi ini kerap menjadi pertanda bahwa sistem reproduksi seorang ibu sudah bekerja kembali seperti sedia kala. Namun, terkadang haid tidak kunjung datang. Bahkan, ada yang berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid

Dari hal tersebut, rasa khawatir pun kerap muncul. Lantas apa saja yang perlu diketahui terkait kondisi sudah selesai fase hamil tapi belum haid dan ingin berhubungan setelah melahirkan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Cara hubungan intim biar tahan lama dapat dilakukan dengan menggunakan lubrikan

1.Siklus haid setelah melahirkan

Setiap perempuan yang baru saja melahirkan membutuhkan waktu berbeda-beda untuk bisa pulih dan kembali berfungsi normal seperti sebelumnya. Jangan samakan siklus haid antara tiap perempuan ya. Pada dasarnya, setiap tubuh perempuan memiliki cara kerjanya sendiri-sendiri.

Misalnya jika ada teman yang langsung kembali mendapatkan siklus haidnya beberapa bulan setelah melahirkan, belum tentu kamu juga akan mengalami hal tersebut. Bisa jadi tubuhmu memerlukan lebih banyak waktu untuk beradaptasi.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab di balik siklus haid yang tak kunjung datang setelah melahirkan. Namun demikian, bukan berarti saat belum haid kamu tak bisa hamil kembali, ya.

Jika kamu tidak berencana untuk hamil lagi dalam waktu dekat, perhatikan lagi saat melakukan hubungan intim. Ovulasi tetap terjadi saat berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid dan kamu tetap bisa hamil lho.

2. Penyebab belum haid setelah melahirkan

Saat menyusui, tubuh menghasilkan hormon prolaktin. Nah, produksi hormon ini kemudian dapat menekan aktivitas indung telur.

Akibatnya, kepekaan ovarium terhadap hormon kesuburan pun akan berkurang dan memengaruhi proses siklus haid.

Ini berarti pada dasarnya apabila kamu menyusui si Kecil secara eksklusif, maka adalah sesuatu yang normal jika siklus haid akan datang sedikit terlambat. Jika biasanya siklus haid datang 6-8 minggu setelah melahirkan, maka mungkin kamu membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Perhatikan jika kamu tidak menyusui si Kecil namun siklus haid tak kunjung datang hingga lebih dari 3 bulan, ini mungkin disebabkan karena faktor lain dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter kandungan, ya.

3. Pengaruh siklus haid terhadap produksi ASI

Jika menyusui disebut-sebut dapat memengaruhi cepat lambatnya siklus haid kembali normal, lantas apakah saat sudah haid nanti produksi air susu ibu (ASI) akan berkurang?

Dilansir Healthline, perubahan pada produksi ASI saat siklus haidmu sudah kembali datang mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon dalam tubuhmu.

Salah satu efek yang mungkin terlihat adalah produksi ASI yang jadi menurun dibandingkan saat kamu belum haid. Disebutkan juga bahwa siklus haid dan perubahan hormon dapat memengaruhi rasa ASI yang diproduksi.

Tapi kamu tidak perlu khawatir berlebihan, ya. Perubahan ini biasanya sangat kecil dan tidak akan sampai memengaruhi keinginan si Kecil untuk menyusu, kok.

4. Perbedaan haid setelah melahirkan

Haid yang terjadi setelah melahirkan mungkin akan berbeda dibandingkan dengan haid biasanya sebelum hamil. Mulai dari frekuensi, rasa nyeri yang dialami sebelumnya dan banyak sedikitnya darah haid.

Ini karena tubuh masih dalam proses penyesuaian setelah melahirkan. Jadi wajar jika setelah melahirkan, kamu mungkin akan melihat ada sedikit gumpalan darah pada haid.

Selain itu, mungkin juga haid akan terasa lebih banyak dan siklusnya belum teratur. Jika sebelumnya kamu tidak pernah merasa nyeri jelang haid, maka mungkin saja kali ini akan merasakan nyeri.

Namun nyeri ini biasanya bersifat ringan dan tidak akan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri dan kram perut ini biasanya disebabkan oleh bertambahnya lapisan dinding rahim yang luruh.

Seiring berjalannya waktu dan pada siklus haid berikutnya, nyeri dan kram ini berangsur-angsur akan berkurang.

5. Kondisi haid setelah melahirkan yang perlu diwaspadai

Meski wajar jika ada perubahan pada banyaknya darah haid dan frekuensi haid, namun ada beberapa kondisi haid setelah melahirkan yang perlu diwaspadai.

Ini bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang mungkin terjadi pada tubuh dan kesehatan sistem reproduksi. Sehingga akan jauh lebih baik jika segera diperiksakan ke dokter.

Beberapa tanda tersebut di antaranya seperti darah tak kunjung berhenti dalam periode waktu yang lama, rasa nyeri yang dialami benar-benar hebat dan mengganggu aktivitas harian, demam, keluar gumpalan darah dalam jumlah banyak serta berbau tidak sedap, kemudian disertai dengan sakit kepala dan sesak napas.

Ini mungkin bisa menjadi tanda adanya komplikasi atau infeksi pada tubuh, jangan tunda lagi untuk cek ke dokter ya.

Demikian penjelasan mengenai penyebab belum haid setelah melahirkan. Perlu diingat lagi bahwa berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid tetap memiliki kesempatan untuk hamil ya!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*